Kegiatan itu juga dihadiri Kepala BKKBN Sumbar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dan Kepala Puskesmas Lubukbegalung, serta Puskesmas Pegambiran dan Ketua dan Pengurus TP PKK Kecamatan Lubukbegalung.
Pada kegiatan itu, Genny Hendri Septa juga menyerahkan piagam penghargaan pada Saribulih yang merupakan Pembina Yayasan Berkah Amal Salih (yBAS). Kemudian penyerahan surat keputusan (SK) PPS tingkat kelurahan se-Kecamatan Lubukbegalung.
Ketua TP-PKK Kota Padang Genny Hendri Septa mengapresiasi inovasi Dashat Dagozi untuk penanggulangan stunting yang dibuat Camat Lubukbegalung, Andi Amir ini. Termasuk adanya dukungan dari bapak asuh stunting di Kelurahan Banuaran.
“Stunting merupakan isu nasional yang harus diatasi dan merupakan tanggung jawab bersama. Jadi dengan adanya program Dashat DaGoZi di Lubeg, agar tidak ada lagi anak-anak yang terkena kasus stunting,” ucap Genny.
Dukungan kerja keras dan dukungan bersama, sebut Genny, seperti TP PKK, tim kesehatan, BKKBN dan lainnya jadi kunci pengentasan stunting.
Ia juga meminta kader TP PKK masing-masing kelurahan di Kecamatan Lubukbegalung untuk menjadi ujung tombak dalam berikan edukasi dan sosialisasi tentang penanganan stunting di tempat mereka masing-masing.
“Dengan cukup gizi dan makanan berkualitas yang dikonsumsi oleh anak-anak kita, maka keinginan menuju generasi emas yang berkualitas,” ucap Genny.
Camat Lubukbegalung Andi Amir menyampaikan, peluncuran program Dashat DaGoZi ini sebagai bentuk semangat pihak kecamatan dalam mengatasi stunting.
Dia juga meminta para ibu di tiap kelurahan di Kecamatan Lubukbegalung bisa menjadi penanggung jawab pencegahan stunting di wilayahnya.
“Lebih penting lagi, inovasi DaGoZi ini tindak lanjut dari konvergensi stunting yang diamanatkan Presiden dalam penanganan stunting yang terstruktur dan terpola di tingkat kota hingga kecamatan,” tukas Andi Amir.
Dia melanjutkan, saat pemberian asupan gizi pada anak-anak rawan stunting, pihak kecamatan juga menggandeng nutrisionis (ahli gizi) guna memantau bagaimana memberikan asupan gizi yang baik dan benar.
Andi Amir menambahkan, ada lagi inovasi lain yang dibuatnya yakni Dashat Dagozi Melanting (Menuju Lubeg Bebas Stunting). “Program ini merupakan pemberian makanan tambahan berbasis lokal untuk keluarga yang berisiko stunting,” pungkas Andi Amir.
Dengan berbagai program inovasi dan kolaborasi ini, Andi Amir menargetkan Kecamatan Lubukbegalung sudah bebas stunting di tahun 2025.
“DaGozi merupakan program kolaborasi Pemerintah Kecamatan Lubukbegalung, Puskesmas, Balai KB, PKK dan Bapak Asuh Anak Stunting. Untuk percepatan penurunan stunting dan melibatkan BPJS Kesehatan. Dimana program ini memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal kepada keluarga yang beresiko stunting dengan melibatkan Tim Pendamping Keluarga atau TPK. (cr1)
Editor : Adetio Purtama