Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Terbukti Baik, Bundo Kanduang: Kurikulum Muatan Lokal di Kota Padang Patut Dilanjutkan

Tandri Eka Putra • Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:37 WIB
Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang, Hendri Septa dan Hidayat (Padang Hebat)
Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang, Hendri Septa dan Hidayat (Padang Hebat)

 

PADEK.JAWAPOS.COM-Konsep mata pelajaran muatan lokal keminangkabauan yang sudah berjalan di sekolah-sekolah mulai PAUD, TK, SD dan SMP di Kota Padang adalah gebrakan briliant yang dilakukan Hendri Septa tahun lalu. Hal ini disampaikan oleh Puti Reno Raudah Thaib, tokoh Bundo Kanduang Sumatera Barat.

"Saat ini konsep dan materi mata pelajaran keminangkabau sudah berjalan di sekolah-sekolah mulai dari PAUD - SMP. Mereka belajar tentang budaya Minangkabau, seperti bapantun, makan bajamba dan sumbang," ucap Upik begitu sapaan akrab Puti Reno Raudha Thaib.

Ninik mamak dan bundo kandung didapuk dan berperan sebagai pengajar untuk generasi muda tentang seluk beluk budaya Minangkabau. Mereka diajarkan cara praktek langsung berdialog dan berpantun.

Selanjutnya, Puti Reno Raudha Thaib berharap mata pelajaran muatan lokal keminangkabauan dipertahankan dan berjalan, karena konsep materinya dapat membentengi generasi saat ini dimulai dari pengenalan adat istiadat serta warisan budaya, sehingga melahirkan generasi yang soleh dan soleha sekaligus membanggakan bangsa.

Tak hanya membentengi mereka dengan materi keminangkabauan, para guru pun memberikan contoh kepada para siswanya dengan mengunakan baju kuruang basiba setiap Selasa.

Menurutnya, mempraktekkan langsung baju kuruang basiba kepada anak-anak adalah contoh terbaik membiasakan mereka melakukan hal serupa. Sebab contoh terbaik bagi anak-anak lingkungan sekitarnya seperti di keluarga dan sekolah.

Mata pelajaran muatan lokal keminangkabauan ini dicanangkan Hendri Septa, di Galanggang Balaikota, Aia Pacah, Selasa 19 September lalu.

"Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-BSK) menjelaskan bahwa Minangkabau mempunyai adat istiadat yang sangat kuat, inilah dasar butuhnya mata peljaran muatan lokal Keminangkabauan," ucap Hendri Septa.

Walikota yang terkenal berhasil menuntaskan program kerja ini mengajak bersama niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan semua elemen bersatu padu, tepat pada hari ini kita canangkan mata pelajaran Keminangkabauan.

Tujuannya, membentengi generasi saat ini dimulai dari pengenalan adat istiadat serta warisan budaya, sehingga melahirkan generasi yang soleh dan soleha sekaligus membanggakan bangsa.

Mata pelajaran Keminangkabauan merupakan turunan dari Permendikbud Nomor 20 Tahun 2003. Dalam Pasal 37 ayat 1 disebutkan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah, wajib memuat salah satunya muatan lokal.

"Penyusun mata pelajaran muatan lokal Keminangkabauan ini sebagai bentuk penanaman nilai karakter kepada peserta didik yang bertujuan untuk mewujudkan pelajar yang beragama, beradat, berbudaya serta berakhlak mulia. Mata pelajaran Keminangkabauan akan diajarkan selama dua jam pelajaran dalam sepekan. Pembelajaran Keminangkabauan nantinya juga menggunakan Bahasa Minang dan dialek setempat," ucap Walikota yang pernah jadi anggota DPRD Padang tersebut.

Ini termasuk salah satu program Hendri Septa Bersama Hidayat (Padang Hebat). Pasangan dalam Pilkada 2024 Ini akan meneruskan kurikulum muatan lokal.

"Hal Ini sesuai juga dengan UU pemajuan kebudayaan," tambah Hidayat yang juga inisiator Perda Pemajuan Kebudayaan di DPRD Sumbar (*)

Editor : Tandri Eka Putra
#kurikulum muatan lokal #hendri septa #Padang Hebat #bundo kanduang