Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lahan Susut 875 Ha, Produksi Padi Kota Padang Turun 6.474 Ton

Shyntia Aprizani • Rabu, 22 Januari 2025 | 12:30 WIB

GARAP SAWAH: Seorang petani di Kota Padang membajak sawah, Selasa (21/1).(SHYNTIA/PADEK)
GARAP SAWAH: Seorang petani di Kota Padang membajak sawah, Selasa (21/1).(SHYNTIA/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kota Padang menghadapi tantangan besar dengan penyusutan lahan pertanian yang signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Data Dinas Pertanian Kota Padang mencatat bahwa selama periode 2023-2024, sekitar 875 hektare lahan pertanian telah beralih fungsi menjadi perumahan dan area pembangunan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengungkapkan, perubahan fungsi lahan ini sangat memengaruhi sektor pertanian di kota yang selama ini menjadi salah satu penyokong perekonomian daerah.

Berdasarkan data, luas lahan pertanian Kota Padang pada tahun 2023 mencapai 5.216 hektare. Namun, jumlah tersebut menurun menjadi 4.341 hektare pada tahun 2024.

“Kami mencatat bahwa produksi pertanian setiap tahunnya semakin menurun seiring dengan penyusutan lahan yang tersedia. Meskipun kami terus berupaya meningkatkan produktivitas per hektare, penurunan luas lahan sangat memengaruhi hasil total produksi,” ujar Yoice saat ditemui di kantornya.

Data menunjukkan bahwa hasil produksi pertanian Kota Padang pada tahun 2023 mencapai 53.477 ton. Namun, pada akhir tahun 2024, hasil tersebut turun menjadi 47.003 ton, yang berarti terjadi penurunan sebesar 6.474 ton dalam waktu setahun.

Ia menambahkan, sebagian besar lahan yang beralih fungsi terletak di wilayah pinggiran Kota Padang, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan pertanian subur.

Tingginya permintaan lahan untuk pembangunan perumahan akibat urbanisasi yang terus meningkat menjadi penyebab utama perubahan ini.

Lebih lanjut, Yoice menekankan bahwa penyusutan lahan pertanian ini berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan lokal di Kota Padang.

“Dengan lahan yang semakin terbatas, kami khawatir ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah akan meningkat. Hal ini juga berpotensi memengaruhi kestabilan harga pangan di pasar,” tambahnya.

Kondisi ini juga menimbulkan keresahan di kalangan petani. Beberapa petani lokal menyatakan kekhawatiran mereka terhadap masa depan sektor pertanian.

Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian lebih dengan memberikan insentif dan melibatkan petani dalam kebijakan pengelolaan lahan.

Di sisi lain, pengalihan lahan pertanian menjadi perumahan dinilai penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, terutama dalam hal penyediaan tempat tinggal yang semakin terbatas.

Meskipun demikian, para pemangku kepentingan berharap adanya solusi yang win-win, di mana sektor pertanian tetap bisa bertahan, sementara pembangunan tetap berjalan sesuai kebutuhan.

Meski tantangan besar menghadang, Dinas Pertanian Kota Padang terus berupaya mencari solusi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan teknologi pertanian untuk memaksimalkan hasil dari lahan yang semakin terbatas.

Selain itu, pemerintah kota juga tengah merumuskan kebijakan yang lebih ketat terkait alih fungsi lahan.

“Kami sedang berupaya agar kebijakan ini bisa menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi sumber pangan utama bagi masyarakat,” ujar Yoice.

Dinas Pertanian juga telah merancang program pelatihan bagi para petani, mencakup penggunaan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan teknik intensifikasi pertanian.

Tujuannya adalah agar para petani mampu beradaptasi dengan kondisi lahan yang terbatas. Yoice Yuliani berharap kebijakan yang lebih pro-pertanian dapat segera diimplementasikan.

“Kami ingin memastikan bahwa meskipun lahan pertanian menyusut, produktivitas tetap bisa ditingkatkan. Kami juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kota Padang,” tegasnya.

Meskipun pengalihan fungsi lahan dinilai penting untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal yang terus meningkat, solusi yang seimbang tetap diperlukan agar sektor pertanian tetap bertahan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat, diharapkan Kota Padang dapat menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (shy)

Editor : Novitri Selvia
#lahan pertanian #Dinas Pertanian Kota Padang #Yoice Yuliani