Sebelumnya, Fadly Amran menyambut kedatangan Menko AHY di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebelum mendampingi rangkaian agenda kuliah umum dalam The 3rd International Conference on Disaster and Management (ICDMM) 2025.
Dalam paparannya, AHY mengusung tema Building Resilient and Sustainable Indonesia. Ia menekankan tiga agenda utama yang dihadapi Indonesia, yakni megatrend global, tantangan kebencanaan, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
“Dunia menghadapi tren global berupa aging population di sejumlah negara, sementara Indonesia berada pada fase bonus demografi. Sumber daya manusia harus menjadi aset utama dalam menghadapi tantangan ini,” ujar AHY.
Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu juga mengungkapkan potensi bencana di Indonesia, mulai dari gunung api, gempa bumi, tsunami, hingga ancaman kelangkaan pangan.
Dampak perubahan iklim, seperti gelombang panas, badai, dan kenaikan muka air laut, turut memperburuk kondisi tersebut.
Menurut AHY, masih banyak bangunan di Indonesia yang belum tahan gempa serta terjadi penurunan tanah akibat penggunaan air tanah berlebihan.
Ia menekankan pentingnya mitigasi bencana berbasis edukasi masyarakat, simulasi, penyediaan stok logistik, serta kolaborasi dengan lembaga internasional.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa Padang merupakan wilayah rawan bencana, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang. Kota Padang juga menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai yang berpotensi memicu tsunami.
“Sebagai bentuk kesiapsiagaan bencana, setiap 30 September kami memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana sekaligus mengenang gempa bumi 30 September 2009 yang meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Kota Padang 16 tahun lalu,” ujar Fadly Amran.(*)
Editor : Heri Sugiarto