PADEK.JAWAPOS.COM-Dalam beberapa tahun terakhir, mencari kerja tak semudah membalik telapak tangan. Bahkan yang telah bekerja pun banyak yang diberhentikan karena kondisi ekonomi tengah tidak baik-baik saja. Namun usaha tak boleh berhenti. Harapan tak boleh mati.
SEPTIA Maharani sudah enam bulan meraih gelar sarjana di bidang manajemen. Telah selama itu pula ia kian kemari mencari pekerjaan.
Berbagai lowongan di sejumlah platform telah ditelusuri. Lamaran pun diantar ke beberapa perusahaan. Ada pula lewat surat elektronik. Tapi belum satu pun usahanya berbuah. Menyerahkah perempuan 22 tahun itu? Tidak.
Terbaru ia mendatangi Gedung Youth Center Kota Padang, kemarin. Namun, sesampai di sana, ragu dan cemas langsung menyergap. Ternyata, ada seribu lebih orang dengan niat sama.
Berburu lowongan kerja di Job Fair Padang 2025 yang digelar pemerintah kota setempata hingga hari ini.
“Ini pengalaman pertama saya ikut bursa kerja,” ujarnya kepada Padang Ekspres usai menggali informasi dari staff LPK Yuko Tesa Mirai mengenai peluang kerja yang ditawarkan.
“Karena ingin mandiri secara ekonomi, sekaligus untuk membantu ekonomi keluarga, saya harus melawan rasa cemas. Harus siap bersaing dengan job seeker (pencari kerja, red) lain,” tekan Septia.
Hingga tadi malam, sekitar 1.660 orang telah tercatat sebagai job seeker. Sementara itu hanya 1.383 lowongan dari 50 perusahaan yang tersedia pada Job Fair Padang kali ini.
Rizki Adi Nugraha, bisa saja akan menjadi salah satu pesaing Septia. Namun beda dengan Septia, lelaki 26 tahun itu sudah punya pengalaman kerja. Sebelum ini dia bekerja di sektor wisata. Tapi memilih berhenti demi peluang karir yang lebih baik.
Ternyata, apa yang dirasakan Septia juga dirasakan Rizki. Mendapatkan pekerjaan tak semudah membalik telapak tangan. Telah enam bulan ia mencari, hasilnya masih nihil.
Di tengah gonjang-ganjing persyaratan pencari kerja, keadaan ekonomi yang mengalami penurunan, dan tingginya angka PHK membuat para pencari kerja bersaing di ruang sempit. Itu dipahami betul oleh Rizki.
“Pada situasi sekarang, kita memang harus lihat terus dan update terus info-info loker (lowongan kerja) dari manapun. Setiap lihat loker baru, saya apply saja,” ujar lulusan Manajemen Unand tahun 2023 tersebut.
Kisah Reni Firiseti sedikit berbeda. Sempat merantau ke Jakarta, keadaan membuat dia mesti kembali ke kampung halaman. Di ibu kota Negara ia bekerja di sebuah apotek. Pekerjaan itu harus ditinggalkan karena orang tuanya sakit.
Lulusan manajemen logistik industri agro dari Politeknik ATI Padang ini tinggal di Pariaman. Sudah tak bekerja sejak Januari 2025. Sempitnya peluang di sektor keilmuannya di Padang menjadi kesulitan tersendiri bagi perempun 23 tahun itu.
Ketiga para pencari pekerjaan tersebut mengeluhkan satu hal yang sama. Sempitnya ruang informasi untuk kesempatan-kesempatan yang ada di Padang.
Mereka menilai, sekarang kesempatan tersebut banyak dibatasi untuk mereka yang memiliki akses atau koneksi ke peluang yang ada.
“Terkadang dari info loker itu ada juga kata orang banyak formalitas. Situasi saat ini, memang lebih banyak yang menjamin itu dari referensi teman kerja atau link-link kenalan-kenalan. Itu sih menurut saya yang lebih berpeluang (mendapatkan pekerjaan) sekarang,” ungkap Rizki.
Ada juga orang-orang yang mendapatkan pekerjaannya dari keluarganya yang sudah kerja di tempat yang sama.
“Ya, jadi kita yang gak punya koneksi seperti itu merasa kurang adil aja sih. Jadi kita memang harus lebih giat lagi dibanding yang sudah punya koneksi,” ucap Reni.
Septia pun berpikir, sebaiknya job seeker di Padang mencari kerja di luar Kota Padang. Karena, meskipun di sini ada loker, kalau tidak ada koneksi, susah juga untuk masuk.
“Kebanyakan masuk (diterima kerja) itu dari koneksi atau keluarga dekat. Sering juga kita ketinggalan info karena ada perusahaan tertentu yang membagikan info lowongan kepada orang yang mereka kenal-kenal saja,” kata Septia.
Sementara itu, usai membuka Job Fair Padang 2025, Wali Kota Padang Fadly Amran berharap kegiatan ini mampu memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran di Kota Padang.
Ia pun mengklain angka pengangguran di Kota Padang telah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu, dan pada tahun ini telah turun 9%. “Dalam lima tahun paling tidak kita akan turunkan 1% per tahun,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, iklim investasi di Kota Padang saat ini tumbuh cukup baik dibandingkan dengan target provinsi.
“Di keadaan provinsi, kita cukup baik di angka 4,65 %, sedikit di bawah nasional. Namun target kami beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan kita bisa melebihi angka pertumbuhan nasional,” tukasnya. (cr4/eri)
Editor : Novitri Selvia