Lokasinya berada di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, tepat di depan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Tempat ini telah beroperasi sejak Maret 2019.
Interior Kupi Batigo didominasi warna hitam dan putih dengan berbagai lukisan pada area indoor, sementara ruang outdoor dikemas lebih hijau dengan tanaman hias dan mural. Ornamen lampu gantung juga menjadi daya tarik visual bagi pengunjung.
Pemilik Kupi Batigo, Yulviadi (51), menjelaskan bahwa tempat ini tidak mengusung konsep kafe, melainkan lapau modern sebagai ruang berkumpul, berbincang, dan berjejaring.
Kupi Batigo mampu menampung hingga 200 pengunjung dan menyediakan fasilitas seperti ruang kantor kosong, AC, wifi, musholla, dan toilet pribadi.
Tempat ini juga menjadi lokasi kegiatan beragam komunitas. Harga menu yang ditawarkan mulai dari Rp10.000 sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Selain menu kopi, Kupi Batigo menawarkan pilihan minuman herbal seperti wedang jahe dan lemongrass, serta teh telur tiga varian.
Untuk makanan, tersedia menu seperti ayam geprek, pecel ayam barendo, nasi goreng, mie rebus, mie goreng, roti bakar, sandwich batigo, chicken steak, rice bowl, hingga camilan kekinian.
Yulviadi juga mengungkapkan rencana membuka Dapur Rendang di area halaman. Konsep live cooking ini memungkinkan pengunjung melihat langsung proses memasak rendang sebelum disajikan.
Kupi Batigo beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 24.00 WIB, menghadirkan suasana santai bagi siapa pun yang ingin bersantai atau berdiskusi di pusat Kota Padang.(CR6)
Editor : Hendra Efison