Langkah ini dilakukan sebagai upaya penanganan awal sekaligus mitigasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam pertemuan koordinasi kebencanaan yang melibatkan instansi vertikal, organisasi relawan, unsur dunia usaha, media, serta akademisi di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang.
Fadly Amran menyampaikan aksi gotong royong ini akan dilaksanakan setelah kebutuhan di lapangan dipetakan secara rinci. Ia juga mengajak seluruh pihak yang ingin berpartisipasi, baik melalui dukungan tenaga maupun peralatan.
”Melalui pertemuan ini, kita ingin menegaskan komitmen bersama untuk mengintensifkan komunikasi dan koordinasi, agar penanganan bencana ke depan lebih terukur, lebih terkoordinasi, dan lebih tepat sasaran bagi masyarakat Kota Padang,” ujar Fadly Amran.
Fadly menambahkan, Pemko Padang terus melakukan berbagai langkah penanganan pascabencana, mulai dari relokasi masyarakat, penyediaan hunian sementara dan hunian tetap, penyaluran bantuan bagi warga terdampak, hingga penetapan zona rawan bencana.
”Kita bersama para relawan akan terus siaga dan hadir membantu warga setiap kali bencana terjadi, sembari mendorong percepatan penanganan sungai oleh pemerintah pusat, agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UPI YPTK Padang Muhammad Ridwan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana aksi gotong royong tersebut. Ia menekankan pentingnya penguatan penanganan bencana berbasis data dan tata kelola yang terintegrasi.
”Penanganan bencana ke depan harus didukung oleh asesmen berbasis digitalisasi data kebencanaan, manajemen bencana yang terukur, serta pengelolaan material galian yang memiliki regulasi yang jelas,” ujar Ridwan. (eri)
Editor : Adetio Purtama