Peristiwa yang menghanguskan dua unit bangunan tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp750 juta.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, mengatakan bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 19.49 WIB.
Merespons laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi kejadian hanya dalam waktu tujuh menit.
“Objek yang terbakar adalah rumah hunian dan rumah kontrakan. Kami mengerahkan sedikitnya tiga unit armada pemadam dengan total 65 personel untuk menjinakkan api di lokasi,” ujar Rinaldi dalam keterangan resminya, Senin malam.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Jon Ependi (53) yang juga merupakan Ketua RT setempat, serta Syahrul (48), api pertama kali terlihat sudah membesar dari salah satu rumah warga yang terletak di pinggir Banjir Kanal.
Kondisi pemukiman yang padat serta akses jalan yang sempit sempat menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.
Meski demikian, berkat koordinasi antara Dinas Damkar Kota Padang dengan PLN, TNI, Polri, serta unsur KSB dan masyarakat setempat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.30 WIB.
Upaya pemadaman ini berhasil menyelamatkan aset bangunan di sekitar lokasi yang nilainya ditaksir mencapai Rp900 juta.
Kebakaran ini berdampak langsung pada dua bangunan permanen dengan luas area terdampak sekitar 8 x 20 meter persegi.
Bangunan tersebut diketahui milik Dodi (64), seorang buruh harian lepas, dan satu unit lainnya dikontrak oleh Oji (40), yang bekerja sebagai pemungut barang bekas.
“Terdapat tiga Kepala Keluarga (KK) dengan total sembilan jiwa yang terdampak. Seluruh penghuni saat ini terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami rusak berat,” tambah Rinaldi.
Pihak Damkar memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat hunian. (CC1)
Editor : Adetio Purtama