Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemko Padang Kaji Pembangunan Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan Pascabencana

Suyudi Adri Pratama • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:10 WIB

Membuat sumur bor. (ilustrasi: chat gpt)
Membuat sumur bor. (ilustrasi: chat gpt)
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Padang mengkaji opsi pembangunan sumur bor di kawasan terdampak kekeringan pascabencana di Kota Padang, Selasa (20/1).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Padang.

Tri mengatakan kekeringan terjadi di sejumlah wilayah yang selama ini bergantung pada aliran irigasi Gunung Nago dan Air Dingin yang terdampak kerusakan akibat bencana.

Dampak tersebut dirasakan di beberapa titik, terutama di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Kuranji.

Saat ini, Pemko Padang bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) masih melakukan penyaluran air bersih secara berkelanjutan kepada masyarakat terdampak.

“Melalui arahan Wali Kota Padang, seluruh OPD teknis hingga kecamatan diminta menyiapkan opsi pembuatan sumur bor untuk mengatasi persoalan kekeringan,” kata Tri.

Ia menjelaskan, Daerah Irigasi Gunung Nago merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling besar pascabencana.

“Tidak hanya bendungan, pintu air serta aliran irigasi Gunung Nago mengalami kerusakan dan tertimbun material. Irigasi ini mengaliri kurang lebih 1.000 hektare dan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi,” ujarnya.

Menurut Tri, kondisi mendesak tersebut membuat pembangunan sumur bor menjadi salah satu langkah cepat dan efektif untuk mengurangi dampak kekeringan.

Ia menambahkan, terhentinya aliran irigasi tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat secara umum.

“Sumur warga rata-rata masih sumur dangkal. Ketika debit air turun, otomatis sumur kering,” katanya.

Tri menyebutkan, Pemko Padang tengah melakukan pendataan melalui kecamatan sebagai dasar intervensi pembangunan sumur bor di wilayah terdampak.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Hingga 4 Meter di Perairan Sumbar, Berlaku 21–24 Januari 2026

“Target kami sebelum Ramadan sumur bor sudah terpasang, baik melalui anggaran Pemko, dukungan balai, maupun bantuan CSR,” ujarnya.

Selain itu, Pemko Padang bersama pihak terkait juga melakukan normalisasi jaringan irigasi yang terdampak bencana.

Upaya tersebut meliputi pengangkatan sedimen dan pemasangan pipa agar aliran air dapat kembali menjangkau masyarakat.

“Debit air sungai menyusut, sementara banyak bendungan rusak akibat bencana. Tantangannya adalah bagaimana menaikkan aliran air ke level saluran irigasi,” kata Tri.(yud)

Editor : Hendra Efison
#sumur bor Padang #pemko padang #irigasi Gunung Nago #kekeringan Kota Padang