Pelatihan ini diikuti 150 peserta dari seluruh kecamatan yang dipersiapkan sebagai instruktur dan penggerak utama pelaksanaan Pesantren Ramadhan di masjid dan musala se-Kota Padang, dengan mengusung tema “Pesantren Ramadhan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara”.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menyampaikan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan program tahunan pemerintah kota dalam pembinaan karakter generasi muda.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut membekali peserta didik dengan ilmu keagamaan serta berbagai aktivitas pendukung pembentukan karakter.
Raju juga meminta agar pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun ini berjalan lebih baik dan berkualitas dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan pengurus masjid, guru, instruktur, masyarakat, serta keluarga.
Kepala Bagian Kesra Setdako Padang, Jasman, menyampaikan bahwa pelatihan MoT digelar untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pesantren Ramadhan.
Ia menuturkan bahwa peningkatan kualitas diharapkan terlihat pada materi, metode pembelajaran, dan pelaksanaan di lapangan.
Jasman menambahkan bahwa Pesantren Ramadhan 1447 H akan dilaksanakan pada 23 Februari hingga 15 Maret 2026 di lebih dari seribu masjid dan musala di Kota Padang.
Peserta didik nonmuslim selama Ramadhan mengikuti pembelajaran di rumah ibadah masing-masing.
Menurut Jasman, kegiatan tahun ini diikuti sekitar 85.000 peserta didik tingkat SD/MI dan SMP/MTs.
Selain pembelajaran keagamaan, Pesantren Ramadhan juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang mendukung konsep Smart Surau, termasuk Festival Surau dan lomba Smart Surau tingkat kota.(*)
Editor : Heri Sugiarto