Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Misteri Dua Bocah Hanyut di Pantai Ulakkarang, Hari Keenam Pencarian Belum Ada Hasil

Randi Zulfahli • Kamis, 23 April 2026 | 19:46 WIB

 

Pencarian hari keenam dua bocah yang terseret arus di Pantai Ulakkarang, Kota Padang masih belum membuahkan hasil, Kamis (23/4/2026). (Kantor SAR Kelas A Padang)
Pencarian hari keenam dua bocah yang terseret arus di Pantai Ulakkarang, Kota Padang masih belum membuahkan hasil, Kamis (23/4/2026). (Kantor SAR Kelas A Padang)

ULAKKARANG — Memasuki hari keenam, pencarian terhadap dua bocah yang hilang akibat terseret arus di Pantai Ulakkarang, Kota Padang, masih belum membuahkan hasil hingga Kamis (23/4/2026).

Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian dengan memperluas area penyisiran hingga mencapai 20 nautical mile (Nm) di perairan Padang.

Kedua korban diketahui bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Gunungpangilun. Keduanya dilaporkan hilang sejak Sabtu (18/4/2026) saat mandi bersama teman-temannya di bibir pantai sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Hujan Lebat Picu Longsor di Ujung Ladang Koto Sani, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Jalan

Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, ketika arus laut yang kuat menyeret kedua korban ke tengah laut. Upaya pencarian awal sempat dilakukan warga sekitar, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyebutkan bahwa strategi pencarian pada hari keenam dilakukan dengan membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).

Setiap SRU bertugas menyisir sektor berbeda yang telah ditentukan, yakni sektor A, B, C, dan D, dengan cakupan masing-masing seluas 5 Nm².

“Penyisiran difokuskan pada titik-titik koordinat yang telah dipetakan berdasarkan perkiraan arah arus laut,” ujar Hendri.

Baca Juga: Gudang Zataka Express di Nanggalo Terbakar, 7 Motor Hangus dan Kerugian Capai Rp250 Juta

Dalam operasi ini, tim tidak hanya mengandalkan penyisiran di permukaan menggunakan Landing Craft Rubber Boat (LCR) dan Mopel, tetapi juga memanfaatkan teknologi Drone Thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara.

Sejumlah peralatan pendukung lain turut disiagakan, seperti Rescue Car, perlengkapan SAR air, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin berkisar 3 hingga 7 knot. Meski demikian, luasnya area pencarian menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

Baca Juga: Transformasi Digital KAI Divre II Sumbar Kian Masif, Pesan Tiket hingga Boarding Kini Lebih Praktis

Operasi ini melibatkan total 107 personel dari 12 unsur. Di antaranya 11 personel Kantor SAR Kelas A Padang, dua anggota TNI, lima personel Brimob Polda Sumbar, 12 petugas Polairud, 10 personel BPBD Kota Padang, delapan anggota Damkar, empat relawan PMI, dua anggota Gorila Rescue, 15 personel KSB, tiga anggota Pramuka, lima wartawan, serta 30 warga.

Hingga pukul 18.00 WIB, hasil pencarian masih nihil.

Sesuai prosedur, operasi dihentikan sementara pada malam hari dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (24/4/2026) mulai pukul 07.30 WIB.

“Pencarian akan dilanjutkan besok dengan harapan ditemukan tanda-tanda keberadaan korban seiring perluasan area pencarian,” tutup Hendri.(*)

Editor : Hendra Efison
#pencarian SAR Padang #Misteri Dua Bocah Hanyut #Korban Terseret Ombak #Pantai Ulakkarang