Pesta Budaya yang sudah digelar sejak ratusan tahun lalu ini merupakan pesta budaya berbasis masyarakat yang mampu mendatangkan ratusan ribu pengunjung ke Kota Pariaman.
"Tabuik dengan pengunjung yang mencapai ratusan ribuan wisatawan menunjukkan community based tourism di Kota Pariaman telah tegak lurus. Masyarakat lah yang terdepan dalam acara pesona tabuik itu. Kami dari pemerintah sebagai katalisatornya," ujar Genius Umar saat dihubungi Padang Ekspres, Rabu (2/8).
Tabuik adalah pola pariwisata berbasis masyarakat. Pola seperti inilah dewasa ini yang diharapkan. Meski dikelola warga namun hasilnya bisa lihat begitu banyaknya pengunjung yang datang selama 15 hari acara Tabuik di Pariaman. Diperkirakan sekitar 200 ribu orang pengunjung datang ke Pariaman.
Jika mereka mengeluarkan belanja atau sewa hotel atau home stay, anggap saja mengeluarkan uang 100 ribu saja per orang maka sudah Rp20 Miliar uang yang berputar di masyarakat dalam acara Tabuik ini.
Untuk itu Genius berharap pikir event masyarakat seperti ini yang mesti mendapat dukung bersama, baik pemprov maupun Kementerian Pariwisata.
"Tabuik ini harusnya menjadi perhatian khusus bagi Kementerian Pariwisata RI. Untuk itu saya berharap semoga tabuik di tahun mendatang Menteri Pariwisata menghadiri langsung Pesta Tabuik ini ke Pariaman," ujarnya.
Genius yang saat ini menjadi narasumber di Meeting Of Governors and Mayors of ASEAN (MGMAC) dan Asean Mayors Forum (AMF) 2023 di Jakarta menyampaikan langsung pendapatnya ke Menteri Pariwisata RI Sandiaga Uno di Instagram Pribadinya dengan mentag langsung akun Instagram Sandiaga Uno. Tentunya dengan harapan hal ini akan menjadi perhatian khusus bagi Sandiaga Uno. (nia) Editor : Hendra Efison