Inovasi-inovasi tersebut meliputi program untuk ibu hamil, petugas kesehatan, balita, dan penyandang disabilitas.
SI BUCEK BUMING: Cegah Komplikasi Kehamilan Sejak Dini
Pada 5 Februari 2024, di Desa Bato, Puskesmas Kampung Baru Padusunan meluncurkan inovasi SI BUCEK BUMING (Siapkan Ibu Hamil Cegah Komplikasi Dengan Buku Monitoring).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua PKK, kader posyandu, PPKBD, serta ibu-ibu pasangan usia subur (PUS). Turut hadir Kepala Puskesmas Badriah Khalidi, SKM, Ka. TU Selvi Vronica, SKM, dan pemegang program kesehatan reproduksi Novia Sari Putri, A.Md.Keb.
“Inovasi ini merupakan bagian dari program skrining pasangan usia subur untuk mengetahui risiko kesehatan yang dapat memengaruhi kehamilan,” jelas Badriah Khalidi.
SI BUCEK BUMING digagas oleh Bidan Desa Bato dan bertujuan mengurangi angka kehamilan risiko tinggi dan komplikasi. Melalui buku monitoring, pasangan usia subur dapat mengontrol kesehatan mereka secara rutin di posyandu atau posbindu tanpa harus datang ke puskesmas.
KOPPASUS: Tingkatkan Kebugaran Petugas dengan SIPGAR
Pada 27 Januari 2024, Puskesmas Kampung Baru Padusunan melaksanakan inovasi KOPPASUS (Kelompok Olahraga Petugas Puskesmas Menggunakan Aplikasi SIPGAR).
Inovasi ini fokus pada peningkatan kesehatan jasmani petugas melalui tes kebugaran berbasis aplikasi resmi Kemenkes.
Tes dilakukan dalam lima tahapan, termasuk pengukuran tekanan darah, peregangan, hingga penghitungan VO2Max menggunakan metode RockPort.
"Sebagai petugas kesehatan, kita harus menjadi contoh nyata penerapan GERMAS, melalui gaya hidup aktif dan sehat," ujar Badriah Khalidi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan petugas agar lebih optimal dalam melayani masyarakat.
Pemanis Non Buatan: Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil dan Balita
Inovasi ketiga adalah Pemanis Non Buatan (Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronik dan Balita Gizi Kurang), yang diluncurkan pada 6 Mei 2024.
Kegiatan ini menyasar kelompok rentan gizi dan dilakukan di delapan desa wilayah kerja Puskesmas.
Pemberian makanan tambahan dilakukan selama 120 hari untuk ibu hamil dan 56 hari untuk balita dalam satu periode.
“Pemanfaatan pangan lokal tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga mendorong kemandirian keluarga,” jelas Badriah Khalidi.
Inovasi ini bertujuan menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi ibu dan anak di daerah.
Pelayanku Sipedas Ceria: Layanan Inklusif untuk Disabilitas
Sebelumnya, Puskesmas juga meluncurkan Pelayanku Sipedas Ceria (Pemberi Layanan Khusus Si Penyandang Disabilitas Ceria).
Melalui pendekatan jemput bola, petugas mendatangi langsung rumah warga penyandang disabilitas untuk memberikan layanan dan edukasi kesehatan.
"Inovasi ini membantu mengatasi keterbatasan akses penyandang disabilitas terhadap layanan kesehatan. Kami edukasi keluarga agar mampu melakukan perawatan dasar,” ungkap Badriah.
Program ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan prioritas nasional untuk menciptakan layanan kesehatan yang inklusif.
Dengan peluncuran keempat inovasi ini, Puskesmas Kampung Baru Padusunan memperlihatkan komitmennya dalam menghadirkan layanan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dari petugas hingga kelompok rentan, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.(*)
Editor : Hendra Efison