Pantauan Padang Ekspres, Senin (15/12), aktivitas jual beli beras di sejumlah toko masih berlangsung seperti biasa.
Baca Juga: Harga Cabai Merah di Pessel Tembus Rp 90 Ribu per Kg
Namun, para pedagang mengaku mulai kewalahan memenuhi permintaan pembeli karena pasokan dari daerah pemasok datang tidak menentu.
Salah seorang pedagang beras, Yuniarti (50), mengatakan tokonya sempat mengalami kekosongan stok selama dua hari terakhir. Ia menyebutkan, beras baru kembali masuk pada Sabtu lalu setelah sebelumnya pasokan tersendat.
“Beras sempat kosong. Ini baru masuk dua hari lalu. Kalau tidak masuk juga, toko saya bisa kosong. Biasanya tidak pernah sampai seperti ini, tapi sekarang pasokan memang agak sulit,” ungkap Yuniarti.
Baca Juga: Petani Bawang Merah Tertekan Biaya Bibit Mahal dan Risiko Musim Hujan
Ia menjelaskan, keterlambatan pasokan berdampak langsung pada ketersediaan beras di tokonya. Meski demikian, ia tetap berupaya mencari pasokan dari agen lain agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.
Menurut Yuniarti, beras yang masuk beberapa hari terakhir juga mengalami kenaikan harga di tingkat distributor. Kenaikan berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per karung, tergantung jenis dan kualitas beras. Satu karung beras umumnya berisi 10 kilogram.
“Harganya agak naik dibandingkan sebelumnya. Barang yang masuk beberapa hari lalu modalnya naik sekitar Rp5 sampai Rp10 ribu per karung,” tuturnya.
Pedagang beras lainnya, Merawati (52), mengaku sudah hampir dua minggu tidak menerima pasokan dari distributor langganannya. Akibatnya, stok beras di kios miliknya semakin menipis.
“Beras tidak masuk sudah hampir dua minggu. Biasanya seminggu sekali ada kiriman, tapi sekarang belum ada kepastian,” katanya.
Meski demikian, Merawati menyebutkan masih memiliki stok lama yang dibeli dengan harga sebelumnya. Dengan stok tersebut, harga beras di tokonya masih dijual dengan harga relatif normal.
Baca Juga: SMP IT Al Kahfi Pasaman Barat, Bencana dan Jeritan Pendidikan
“Selama stok lama masih ada, kami jual dengan harga biasa dulu. Kalau stok baru sudah mendominasi, kemungkinan harga ikut naik,” ujarnya.
Selain faktor distribusi, Merawati menambahkan bahwa kondisi cuaca juga memengaruhi hasil panen padi di daerah pemasok. Dampaknya, ketersediaan dan kualitas beras dari hulu hingga hilir ikut menurun.
“Selain distribusi yang terganggu pascabencana, cuaca juga berpengaruh pada hasil panen petani. Kualitas beras sekarang di beberapa jenis juga agak berkurang,” katanya.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Perusda Mentawai Rp7,8 Miliar, Kejari Diminta Transparan
Sejumlah pedagang mengaku mulai khawatir terhadap potensi kenaikan harga beras ke depan. Meski saat ini harga masih relatif terjangkau, mereka berharap pasokan segera kembali normal agar harga tidak terus merangkak naik.
“Sekarang masih normal, tapi kalau pasokan terus sulit, takutnya harga jadi mahal,” tutup salah seorang pedagang.
Jika kondisi pasokan tidak segera membaik, pedagang khawatir kenaikan harga beras tidak dapat dihindari dan berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah. (cr6)
Baca Juga: MAN Kota Sawahlunto, Pendidikan Jembatan Perdamaian-Kolaborasi