Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Surga Kuliner Kota Payakumbuh, Kawasan Kanopi Ahmad Yani Ramai di Waktu Sahur

Irfan R Rusli • Kamis, 26 Februari 2026 | 21:26 WIB

Suasana sahur di Jln Ahmad Yani, Kawasan Kanopi sentra kuliner Payakumbuh di waktu menjelang sahur. (Foto: Irfan/padeks)
Suasana sahur di Jln Ahmad Yani, Kawasan Kanopi sentra kuliner Payakumbuh di waktu menjelang sahur. (Foto: Irfan/padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Ramadan tak pernah sepi di kawasan Kanopi, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Daya Bangun, Payakumbuh. Jika pada sore hari lokasi ini dipadati warga yang berburu takjil dan menu berbuka, suasana berbeda namun tetap hidup terlihat saat dini hari.

Pantauan Padang Ekspres pada Kamis dini hari (26/02/2026) menunjukkan sentra kuliner tersebut masih ramai oleh aktivitas pedagang dan pengunjung yang bersiap menyambut sahur.

Lampu warung dan tenda kuliner menyala terang. Asap pembakaran sate, aroma nasi goreng dari wajan besar, serta bunyi denting sendok dan piring menjadi harmoni khas yang menandai kehidupan malam di bawah kanopi itu.

Meski waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB, kursi-kursi plastik di depan lapak pedagang masih terisi. Kawasan Kanopi memang telah lama dikenal sebagai sentra kuliner malam di Kota Payakumbuh.

Selama Ramadan, aktivitasnya meningkat. Kawasan ini bukan sekadar tempat makan, tetapi juga ruang pertemuan sosial bagi keluarga, komunitas, dan pekerja malam yang mencari santapan sahur.

Sejumlah pedagang memperpanjang jam operasional selama Ramadan. Jika biasanya tutup sekitar tengah malam, kini banyak yang bertahan hingga menjelang azan Subuh dengan menu yang lebih berat dan mengenyangkan.

“Kalau Ramadan, pembeli justru ramai menjelang sahur. Jadi kami buka sampai hampir Subuh,” ujar Rudi (38), pedagang nasi goreng. Ia menyebut jumlah pengunjung meningkat dibandingkan malam biasa di luar Ramadan.

Penjual minuman hangat seperti teh talua, kopi, dan susu jahe juga menerima banyak pesanan. Sebagian pengunjung menikmati waktu santai sambil berbincang, sementara lainnya memilih makan cepat sebelum kembali ke rumah.

Pengunjung yang datang beragam, mulai dari mahasiswa, keluarga, hingga pengemudi ojek daring. Kehadiran mereka membuat kawasan Kanopi tetap hidup ketika sebagian sudut kota telah lengang.

Andi (24), salah seorang pengunjung, mengaku hampir setiap malam datang untuk sahur bersama teman. Ia menyebut suasana ramai dan banyaknya pilihan makanan menjadi alasan utama.

Harga yang relatif terjangkau juga menjadi daya tarik. Selain itu, kawasan ini menjadi alternatif bagi warga yang tidak sempat memasak atau ingin mencari suasana berbeda selama Ramadan.

Petugas keamanan terlihat berpatroli untuk memastikan situasi tetap kondusif. Arus lalu lintas memang tidak sepadat saat berbuka, tetapi kendaraan masih keluar masuk area parkir.

Baca Juga: Wawako Sidak Pasar Pabukoan, BBPOM Padang Uji 25 Sampel Makanan

Menjelang pukul 04.30 WIB, pengunjung mulai beranjak. Sebagian pedagang merapikan peralatan, sementara lainnya melayani pesanan terakhir sebelum azan Subuh berkumandang.

Fenomena ini menunjukkan aktivitas ekonomi mikro di Payakumbuh tetap bergerak selama Ramadan. Kawasan Kanopi kembali menegaskan perannya sebagai sentra kuliner malam sekaligus ruang sosial warga hingga waktu sahur.(*)

Editor : Hendra Efison
#Sentra Kuliner Payakumbuh #kuliner malam Payakumbuh #Kanopi Payakumbuh #Sahur Ramadan Payakumbuh