SMKN 2 Batusangkar membuka galanggang dengan gagah. Silek Galombang yang mereka mainkan jadi pembeda. Silek pengantar carano. Begitu juga dengan pertunjukan Sabai nan Aluih. Siswa gabungan SMKN memaparkan, dilema anak tak bermamak, yang berusaha membalaskan kematian ayahnya, ikut menjadi jangkar malam yang sebelumnya dijatuhi hujan lebat.
“Andaikan 50 persen tamatan SMK bisa berkreasi dan inovasi, Indonesia akan lebih maju. Expo memusnahkan imej siswa SMK sebagai warga kelas dua. Nenek moyang kita bukan hanya pelaut tapi juga pedagang. Enterpreneurship. Biar bengkel kecil. Asal mereka yang punya. Jangan biarkan expo SMK ini mati,” Supardi
Expo mengekspos seluruh kemampuan SMK se-Sumbar untuk memperlihatkan dirinya. Mulai dari kuliner, fashion, VR (Virtual Reality) hingga desain dan agribisnis. Booth didesain dengan kekinian, menguarkan artistik modern.
“Kami mengapresiasi SMK di Sumatera Barat yang telah mengimplementasikan kurikulum merdeka. SMK di Sumbar telah memberikan prestasi. Dan itu memberikan warna pada SMK Indonesia,” ujar Direktur SMK, Ditjen Vokasi Kemendikbudristek Dr Muhammad Yusro SPd MPd MT.
Pengunjung amat ramai malam itu. Lampu-lampu panggung membelah pentas ke berbagai arah. Penyejuk udara yang berhembusan dari berbagi sisi tak mampu mendinginkan suasana. Hadir juga, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Drs. Barlius, Pj Wali Kota Payakumbuh, Ir Suprayitno, serta perwakilan dari Jerman, Jepang dan Malaysia.
“SMK adalah jawaban atas kehidupan berbangsa dan negara. Pertarungan di dunia ini sekarang, pertarungan kompentensi. Pertarungan sertifikasi. Ini yang sekolah sepertinya orangtua. Harus ada kerja sama antara dunia pendidikan SMP dan SLTA,” ujar Gubernur Sumbar Mahyeldi.
Setelah upacara formal selesai, tamu VIP dibawa berkeliling. Mereka menemui booth apresiatif seperti fashion. Di sana, tamu diberikan pertunjukan batik dan tenun, karya SMK. Mereka juga disuguhi Tari Piring yang juga merupakan produk SMK dalam bidang kesenian.
Expo akan diadakan sampai 11 Agustus mendatang. Pengunjung bisa berpuas mata menyaksikan atraksi booth di live cooking dan hospitality. Juga dihibur oleh 22 pertunjukan dari SMK dan SMA di Sumbar.
225 Produk SMK
Dalam ajang bertajuk Ekspo SMK Sumbar 2024 itu, 225 produk dari puluhan SMK se-Sumatera Barat akan dipamerkan di 80 booth/stand produk-produk tersebut, merupakan produk berbasis digital yang sengaja mereka siapkan untuk Ekspo.
Para siswa peserta Ekspo, tidak hanya sekadar jadi penjaga booth masing-masing. Mereka juga akan mempresentasikan langsung produknya pada para buyer dan investor dari mancanegara, mulai dari Malaysia, Jepang, hingga Jerman yang bakal datang langsung ke Ekspo.
Begitu juga dengan investor dari berbagai perusahaan dalam negeri. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha itu, akan datang ke Ekspo untuk melihat produk-produk hasil kreasi para siswa.
Tujuan para buyer dan investor itu jelas. Mereka akan mencari produk yang bisa mereka beli atau bisa mereka kembangkan dengan mekanisme kerjasama.
“Kita ingin Ekspo ini menjadi hilirisasi produk kreatif-inovatif siswa-siswa SMK kita. Kita juga ingin Ekspo ini membuka dan memperluas jaringan,” jelas Sepris Yonaldi, SE, MM, salah satu Tenaga Ahli di SMK Ekspo Sumbar 2024, dalam wawancara lewat aplikasi percakapan pada Sabtu (03/08/24).
Masuk dan Sewa Booth, Free
Di tengah keriuhan itu, isu miring juga menerpa. Beberapa warga mendapatkan informasi, untuk masuk ke dalam Expo dipungut bayaran sebesar Rp50.000. Begitu juga untuk dapat menegakkan booth di lokasi acara.
“Kami tegaskan, tidak ada karcis masuk. Begitu juga soal sewa booth, kami tidak pernah memberlakukannya,” ujar Darmawi yang menjadi penyelenggara acara atau EO. (*)
Editor : Hendra Efison