Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UNP dan Kemdiktisaintek Bahas Strategi PTNBH, Fokus SDM Dosen dan Lulusan Siap Kerja

Heri Sugiarto • Sabtu, 9 Mei 2026 | 08:15 WIB
Rektor UNP bersama Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek (tengah) saat pembukaan Rapat Kerja PTNBH Tahun Anggaran 2027 di Auditorium UNP. (Foto: KKPS UNP)
Rektor UNP bersama Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek (tengah) saat pembukaan Rapat Kerja PTNBH Tahun Anggaran 2027 di Auditorium UNP. (Foto: KKPS UNP)

PADEK.JAWAPOS.COM-Universitas Negeri Padang menyelenggarakan Rapat Kerja Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) Tahun Anggaran 2027 di Auditorium UNP pada Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Setiawan.

Rapat kerja dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat, Ketua Senat Universitas, seluruh dekan dan direktur, senior eksekutif, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan UNP.

Dalam sambutannya, Rektor UNP Krismadinata menyampaikan tiga fokus utama institusi dalam penyusunan program kerja 2027.

Fokus pertama ialah penyusunan program kerja yang terarah dan berdampak. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen dengan target seribu dosen bergelar doktor pada 2029 melalui skema beasiswa studi lanjut. Ketiga, peningkatan jumlah lulusan tepat waktu yang langsung terserap dunia kerja.

“Kami harap tips dan trik dari Pak Sesdirjen bagaimana cara untuk menggapai itu semua,” ujar Krismadinata.

Sebagai narasumber, Setiawan memaparkan materi bertajuk Arah Kebijakan dan Strategi Diktisaintek Berdampak yang merupakan intisari Renstra Kemdiktisaintek 2025–2029.

Materi tersebut disusun selaras dengan RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029 dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Setiawan menekankan pentingnya keselarasan antara rencana strategis kementerian dengan langkah yang diambil perguruan tinggi, termasuk UNP yang kini berstatus PTNBH.

Ia menyebut terdapat 11 indikator kinerja utama perguruan tinggi, di antaranya persentase lulusan yang bekerja atau melanjutkan studi dalam satu tahun setelah lulus, jumlah dosen dengan rekognisi internasional, persentase publikasi internasional bereputasi di Scopus dan WoS, serta rasio luaran hasil kerja sama dengan industri dan startup.

Dalam pemaparannya, Setiawan juga menyampaikan enam tantangan pendidikan tinggi nasional, yakni otonomi perguruan tinggi yang masih terbatas, riset yang minim dampak nyata, integrasi kampus dan industri yang belum optimal, pendanaan APBN yang belum multi-tahun, kesenjangan mutu antarwilayah, dan lemahnya dukungan terhadap riset fundamental jangka panjang.

Selain itu, ia menyoroti posisi Indonesia dalam indeks Tertiary Inbound Mobility UNESCO 2023 yang mencatat angka 0,1 persen dan berada di peringkat 114 dunia.

Angka tersebut masih berada di bawah Vietnam yang mencapai 0,3 persen dan Malaysia sebesar 9,6 persen. Untuk merespons kondisi tersebut, kementerian merencanakan pembentukan Pusat Pengelolaan Mahasiswa Asing serta penguatan jalur kerja sama internasional.

Salah satu program prioritas yang dipaparkan ialah Hilirisasi Riset: Technopreneurs yang berjalan hingga 2029. Program tersebut ditargetkan menciptakan 4.512 perusahaan rintisan, menyerap sekitar 1,75 juta tenaga kerja, serta berkontribusi Rp192,8 triliun terhadap PDB nasional.

Program itu akan dimulai melalui pilot project di delapan daerah sebelum diperluas secara nasional.

Setiawan berharap seluruh program dan kebijakan yang dipaparkan dapat segera ditindaklanjuti oleh UNP sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Setiawan #Krismadinata #unp #ptnbh #Kemdiktisaintek