Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dapur MP-ASI Hadir di Tengah Banjir, Selamatkan Gizi Anak Terdampak

Rommy Delfiano • Kamis, 1 Januari 2026 | 12:05 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Akhir November 2025 menjadi masa kelam bagi warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hujan deras yang turun tanpa henti selama berhari-hari memicu banjir bandang dan tanah longsor. Desa-desa terendam, fasilitas umum rusak, sementara akses listrik, jalan, dan komunikasi terputus. Kondisi di lapangan terus memburuk dari hari ke hari.

Di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pesisir Selatan termasuk wilayah yang terdampak parah. Sejumlah kecamatan terendam banjir, termasuk Kecamatan Batang Kapas. Seluruh nagari di wilayah kerja Puskesmas IV Koto Mudik tak luput dari dampak bencana tersebut.

Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Kelompok usia ini menjadi yang paling rentan menghadapi berbagai persoalan kesehatan pascabencana, mulai dari infeksi penyakit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit seperti jamur dan scabies, hingga diare. Selain itu, kondisi darurat juga berpotensi mengganggu kesehatan mental serta tumbuh kembang anak.

Melihat kondisi tersebut, Universitas Andalas Padang menunjukkan kepeduliannya dengan menginisiasi pembentukan Dapur MP-ASI di wilayah terdampak banjir Puskesmas IV Koto Mudik.

Selama masa tanggap darurat, warga hanya mengandalkan dapur umum, sementara kebutuhan gizi anak—terutama bayi dan balita—memerlukan perhatian khusus dari sisi jenis, bentuk, dan kandungan makanan.

Dapur MP-ASI ini dipusatkan di Puskesmas IV Koto Mudik, Kecamatan Batang Kapas, dengan sasaran anak usia 9 bulan hingga 2 tahun. Sebanyak 40 anak terdampak banjir menerima manfaat langsung dari program ini. Kegiatan dipimpin oleh Dr dr Siti Nurhajjah MSi Med selaku ketua pelaksana, dengan penanggung jawab Kepala Puskesmas IV Koto Mudik, Heniyilokminasir SKM.

Kegiatan juga didukung oleh KTU Nofriani Marliza, SKM, petugas gizi Pera Puspita Sari AMd Gz, serta sejumlah kader kesehatan yang terlibat langsung dalam proses memasak hingga mengantarkan makanan ke anak-anak.

Program Dapur MP-ASI ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas, dengan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta didampingi oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Tak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak, tim Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana di Pesisir Selatan juga memberikan pelayanan kesehatan, pembagian paket personal hygiene, serta kegiatan trauma healing. Antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Rata-rata, sekitar 100 pasien dilayani setiap harinya dengan keluhan terbanyak berupa ISPA, penyakit kulit, hipertensi, diabetes, dan asam urat.

Pelayanan kesehatan ini melibatkan dokter umum, dokter spesialis, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam, serta dokter spesialis Obgyn.

Kehadiran tim medis dan Dapur MP-ASI menjadi secercah harapan di tengah bencana, memastikan kesehatan dan masa depan anak-anak tetap terjaga meski berada dalam situasi darurat. (rdo)

Editor : Adetio Purtama
#Hadir #dapur mp asi #banjir #gizi anak #pesisir selatan