Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Santri TPQ Masjid Raya Painan Timur Ikuti Penilaian Didikan Subuh

Yoni Syafrizal • Senin, 19 Januari 2026 | 10:05 WIB

 

Para santri TPQ Masjid Raya Painan saat tampil pada penilaian didikan subuh berprestasi tahun 2026, kemarin.
Para santri TPQ Masjid Raya Painan saat tampil pada penilaian didikan subuh berprestasi tahun 2026, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM-Masjid Raya Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mewakili Nagari Painan Timur dalam kegiatan Penilaian Didikan Subuh Berprestasi tingkat Kecamatan IV Jurai tahun 2026, Minggu (19/1).

Ketua Tim Penilai, Ustad Doni Agustian menjelaskan penilaian didikan subuh merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mengukur sejauh mana pembelajaran keislaman yang diterima santri dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kegiatan didikan subuh tidak hanya berfokus pada penampilan semata, melainkan menjadi sarana strategis dalam membentuk karakter Islami anak sejak usia dini.

”Penilaian ini tidak hanya menilai kemampuan santri dalam menampilkan kegiatan didikan subuh, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Islam tercermin dalam sikap, kedisiplinan, serta adab mereka kepada orang tua dan lingkungan,” ujarnya.

 Ia menambahkan, dari 20 nagari yang ada di Kecamatan IV Jurai, sebanyak 11 nagari mengikuti penilaian didikan subuh berprestasi. Setiap nagari diwakili oleh satu masjid yang ditunjuk secara bergilir setiap tahunnya.

”Dengan sistem bergilir ini, pembinaan keagamaan diharapkan dapat berjalan merata di seluruh nagari,” jelasnya.

Pada penilaian kali ini, santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Raya Painan mengangkat tema ”Birrul Walidain” atau berbakti kepada kedua orang tua. Tema tersebut dipilih untuk menanamkan nilai akhlakul karimah serta menumbuhkan kesadaran anak sejak dini tentang pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua sebagai bagian dari ajaran Islam.

Doni Agustian menyebutkan, kriteria penilaian mencakup berbagai aspek, tidak hanya penampilan santri, tetapi juga keterlibatan seluruh unsur nagari.

”Yang dinilai bukan hanya santri, tetapi juga dukungan pemerintah nagari, Bamus, tokoh masyarakat, pengurus masjid, majelis taklim, serta peran aktif orang tua santri,” katanya.

Ketua Pengurus Masjid Raya Painan, Don Chandra, menyampaikan didikan subuh merupakan media pembinaan karakter anak yang sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman.

”Didikan subuh bukan sekadar lomba, tetapi wadah pendidikan agar anak-anak mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh di TPQ, terutama dalam menghormati orang tua,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Nagari Painan Timur yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.

”Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dan sponsor dari Pemerintah Nagari Painan Timur. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan keagamaan anak-anak TPQ,” katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Painan Timur, Hendra Ardison Chandra, menilai kegiatan didikan subuh memberikan kontribusi positif dalam mendukung Program Unggulan (Progul) Nagari Mengaji, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan periode 2025-2030.

”Kegiatan ini sangat sejalan dengan Program Nagari Mengaji. Pembentukan karakter Islami harus dimulai sejak usia dini agar anak-anak tumbuh dengan akhlak yang baik dan keimanan yang kuat,” ungkapnya.

Namun, untuk tahun 2026, standar biaya tersebut belum dapat ditetapkan karena adanya efisiensi anggaran dan prioritas pada berbagai program lain.

”Ke depan, perhatian terhadap kegiatan keagamaan di masjid-masjid Nagari Painan Timur akan terus kami upayakan sesuai dengan kemampuan anggaran,” tutupnya. (*)

 

 

 

Editor : Eri Mardinal
#Nagari Mengaji #Didikan Subuh #TPQ #pesisir selatan