PADEK.JAWAPOS.COM-Peringatan Dies Natalis ke-53 Institut Teknologi Padang (ITP) tidak hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi, melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri capaian yang diraih, serta meneguhkan langkah menuju masa depan.
Hal itu disampaikan Rektor ITP Prof. Dr. Eng. Ir. Maidiawati, ST, M.Eng, IPM saat peringatan Dies Natalis ke-53 ITP di Aula Lantai 2 Kampus I ITP, Rabu (8/4).
Ia mengungkapkan, peringatan Dies Natalis ke-53 ITP sebenarnya jatuh pada tanggal 21 Februari, namun bersamaan dengan bulan suci Ramadhan maka peringatannya dilaksanakan pada hari ini.
Baca Juga: Tiku Selatan Berpeluang Jadi Kampung Nelayan Modern, Anggaran Rp24 Miliar Disiapkan
Ia menceritakan, perjalanan ITP dimulai dari sebuah lembaga kursus Ahli Teknik, kemudian bertumbuh menjadi Akademi Teknik Padang, berkembang menjadi Sekolah Tinggi Teknik Padang, hingga akhirnya berdiri sebagai Institut.
Dari perjalanan panjang itu, ITP telah melahirkan banyak lulusan ahli teknik yang tersebar di berbagai sektor, berkontribusi nyata dan menjadi bagian dari pembangunan bangsa.
“Inilah bukti bahwa ITP tidak hanya mendidik, tetapi membentuk kontribusi dan peradaban,” ungkapnya.
Baca Juga: Garuda Tak Gentar! Australia Dipaksa Menyerah 3-2
Saat ini ITP memiliki dua kampus, dua fakultas dan sepuluh program studi. Dengan didukung 78 dosen tetap dan 46 tenaga kependidikan. Lima persen dosen telah mencapai jabatan Guru Besar, sekitar 30% telah berpendidikan doctor dan 18 orang sedang menempuh pendidikan S3.
Dalam bidang pendidikan, ITP telah mengimplementasikan Outcome-Based Education (OBE), memastikan setiap proses pembelajaran berorientasi pada capaian yang nyata.
Dalam bidang penelitian, dosen ITP terus bergerak melahirkan inovasi. Hibah nasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi dan dari BRIN berhasil diraih setiap tahun, baik dalam penelitian fundamental, terapan, maupun pengembangan prototipe.
Baca Juga: Jojo-Putri KW Amankan Tiket Babak 16 Besar BAC
Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, ITP hadir tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi sebagai bagian dari solusi.
“Kita masih mengingat bencana banjir besar di Sumbar beberapa bulan lalu. Melalui tim ITP Peduli, kita hadir membantu masyarakat. Bahkan, melalui inovasi dosen Teknik Sipil, kita berkontribusi dalam perbaikan jalan di Sawahliek dengan metode sandbag, yang dirancang oleh dosen ITP, bapak Dr. Hendri Nofrianto bersama dengan masyarakat dan mitra. Sebuah solusi sederhana namun berdampak nyata,” jelasnya.
Dosen-dosen juga hadir sebagai tenaga ahli professional yang membantu pemerintah dalam pembangunan daerah Sumbar. Mahasiswa pun ikut berkontribusi.
Baca Juga: MIRCEA LUCESCU, Meninggal usai Mundur dari Timnas Rumania
Melalui program “Mahasiswa Berdampak”, mereka menghadirkan inovasi pengolahan air bersih berbasis aquaponik bagi masyarakat terdampak bencana di Kelurahan Gurunlaweh, Padang. “Inilah wajah ITP, hadir, peduli dan memberi solusi,” pungkasnya.
Pihaknya menyadari bahwa ITP tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, kemitraan menjadi bagian penting dalam perjalanan ITP.
Hari ini, ITP telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri, instansi pemerintah dan perguruan tinggi, baik dalam bidang pendidikan maupun penelitian. Bahkan, kerja sama telah melampaui batas negara.
Baca Juga: Arsenal Bantu Premier League Dapat Klub Kelima, Kuota Wakil Inggris di Liga Champions Musim Depan
Kolaborasi telah terjalin dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, seperti University teknologi Malaysia (UTM), Taylor’s University Malaysia, Osaka University Jepang, dan CamTech University Kamboja.
“Dan pada hari ini, kita juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian ATR/BPN Wilayah Sumbar. Ini bukan sekadar dokumen kerja sama. Ini adalah jembatan masa depan,” bebernya.
Ke depan, ITP berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu akademik dan akreditasi, memperkuat riset dan luaran inovasi, mengembangkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional dan internasional.
Baca Juga: Harga Barang Elektronik Ikut Naik, Pelaku Usaha Kopi Keluhkan Harga
“Kita tidak hanya ingin menjadi institusi yang baik. Kita ingin menjadi institusi yang berdampak,” tutupnya.
Dalam Dies Natalis ini, turut disampaikan orasi ilmiah oleh Dr. Ir. Hendri Nofrianto, ST, MT, IPM bertema “Dari Bencana Menuju Ketangguhan”. Dalam orasinya, ia menyoroti masih minimnya keterlibatan perguruan tinggi dalam isu kebencanaan.
Padahal, wilayah Sumbar memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, baik di kawasan jalan maupun aliran sungai. “Belum semua perguruan tinggi yang benar-benar berempati dan turun langsung ke lapangan saat bencana,” ujarnya.
Baca Juga: Polda Sumbar Musnahkan 118 Kg Narkotika, Ungkap 68 Kasus dalam Dua Bulan
Ia mengajak civitas akademika untuk lebih aktif belajar di luar kampus, khususnya dalam konteks penanganan pascabencana. “Banyak ilmu yang didapat di lapangan, mulai dari penguatan tebing hingga pembangunan jembatan,” tuturnya.
Ia berharap, Dies Natalis ke-53 ini dapat menjadi momentum ITP untuk hadir nyata di masyarakat melalui pusat kajian infrastruktur bencana.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang (YPTP) Ampri Satyawan berharap dengan tagline Dies Natalis ke-53, “Melesat Berdampak Global” ITP bisa melesat lebih maju dan cepat lagi.
Baca Juga: Tiku Selatan Berpeluang Jadi Kampung Nelayan Modern, Anggaran Rp24 Miliar Disiapkan
“Ini tekad kami untuk mendorongnya bersama-sama. Kami berharap ITP mampu menghasilkan lulusan yang inovatif, bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Dalam peringatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada dosen berprestasi dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka. (eri)
Editor : Novitri Selvia