Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Persoalan Irigasi Batang Sinamar bakal Dilaporkan

Safrizal Putra • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:07 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM - Dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Tanahdatar beberapa hari terakhir menyisakan duka sekaligus kekecewaan mendalam bagi Pemerintah Nagari (Pemnag) dan masyarakat Nagari Buo, Kecamatan Lintau Buo. Program Irigasi Batang Sinamar disebut-sebut menjadi pemicu rusaknya infrastruktur serta ruang hidup warga setempat.

Pantauan Padang Ekspres, Selasa (19/5) sore, Wali Nagari Buo, Yulkusmayanto, mengunggah video berdurasi 3 menit 23 detik melalui akun pribadinya di grup Facebook Salingka Tanahdatar. Dalam video tersebut, Yulkusmayanto tampak meninjau langsung lokasi bencana bersama Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Buo.

“Kami sedang meninjau lokasi longsoran akibat banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu. Perlu kami sampaikan bahwa pada 2022 juga terjadi longsor besar di sini yang mengakibatkan akses jalan terputus, lahan masyarakat hanyut, dan dua unit rumah warga hancur,” ujar Yulkusmayanto dalam video tersebut.

Ia menegaskan, sebelum adanya proyek irigasi tersebut, wilayah Nagari Buo tidak pernah mengalami longsor serupa. Namun, sejak program Irigasi Batang Sinamar berjalan, tingkat kerentanan bencana di daerah itu disebut meningkat.

Pada 2022, kata dia, sedikitnya terjadi lima titik longsor yang menghancurkan area persawahan, perladangan, rumah penduduk, hingga menyebabkan banyak ternak warga mati.

Pemerintah Nagari Buo mengaku telah berulang kali meminta pertanggungjawaban kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V selaku penanggung jawab program. Namun, hingga kini mereka mengaku belum mendapatkan respons.

“Kami sudah meminta pertanggungjawaban kepada BWS V Sumatera Barat. Sudah tiga kali kami bersurat, tetapi tidak pernah ditanggapi. Tahun ini terjadi lagi beberapa longsoran. Kami tidak tahu lagi harus mengadu ke mana,” keluhnya.

Di sisi lain, Yulkusmayanto mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Tanahdatar yang telah menyalurkan bantuan perumahan bagi warga terdampak, meski jumlahnya terbatas sesuai kemampuan keuangan daerah. Sebaliknya, ia menilai pihak BWS V terkesan menutup mata terhadap persoalan yang terjadi.

“Hari ini kami sekali lagi menyampaikan laporan terakhir kepada BWS V Sumatera Barat. Tolong lihatlah kami di Nagari Buo yang sudah hancur-hancuran akibat program gagal Batang Sinamar. Jika tidak ada tanggapan, kami akan melaporkan persoalan ini ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat,” tegasnya dari Jorong Kampuang Baru, Nagari Buo.

Hingga lima jam setelah diunggah, video tersebut telah memperoleh 34 tanda suka dan 13 komentar dari warganet. Unggahan itu juga disertai narasi bertajuk “Duka yang Berulang” yang menjelaskan kronologi bencana sejak 2023, ketika warga terpaksa mengungsi hingga saat ini.

 

Dalam narasi tersebut disebutkan pula bahwa surat pengaduan yang sebelumnya dikirimkan kepada BWS V juga telah ditembuskan kepada Gubernur Sumatera Barat.

Di akhir unggahannya, Wali Nagari Buo menuliskan tagar #jaganagari dan #jagakampuang, sembari meminta masukan masyarakat terkait langkah hukum dan pengaduan yang dapat ditempuh selanjutnya.

Untuk menjaga keberimbangan berita, Padang Ekspres telah berupaya menghubungi pihak terkait. Namun, hingga berita ini dikirim ke redaksi, belum ada konfirmasi resmi dari Wali Nagari Buo maupun pihak BWS V Sumatera Barat terkait persoalan tersebut. (cc8)

Editor : Adriyanto Syafril
#Irigasi Batang Sinamar #Pemerintah Nagari