Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hidupkan Kembali Tradisi Pendidikan Surau di Minangkabau

Syamsu Ridwan • Rabu, 3 Juni 2026 | 08:17 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat peresmian SMP Islam Darul Hakim di Jorong Bumbung, Nagari Situjuahbatua, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (2/6). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat peresmian SMP Islam Darul Hakim di Jorong Bumbung, Nagari Situjuahbatua, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (2/6). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan SMP Islam Darul Hakim di Jorong Bumbung, Nagari Situjuahbtua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (2/6). Kehadiran sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Akademi Surau Indonesia itu dinilai menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi pendidikan surau sebagai pusat pembinaan ilmu, akhlak, dan kepemimpinan di Minangkabau.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa peresmian SMP Islam Darul Hakim tidak boleh dimaknai sekadar sebagai bertambahnya sarana pendidikan.

Menurutnya, sekolah tersebut harus menjadi wadah lahirnya generasi penerus yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter kuat, dan keimanan yang kokoh.

“Peresmian SMP Islam Darul Hakim tidak boleh dimaknai hanya sebagai berdirinya sebuah gedung sekolah. Sekolah ini harus menjadi tempat lahirnya generasi penerus yang melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya nilai historis Situjuah dalam perjalanan bangsa. Kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi Peristiwa Situjuah tahun 1949 yang menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan Republik Indonesia dan eksistensi Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Menurut Mahyeldi, semangat perjuangan, patriotisme, dan keteguhan iman yang diwariskan para pejuang harus menjadi ruh pembangunan daerah, termasuk dalam sektor pendidikan.

Ia menilai keberadaan SMP Islam Darul Hakim memiliki makna strategis karena sejalan dengan kebutuhan membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat.

“Anak-anak kita membutuhkan bekal yang lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mereka harus memiliki karakter yang kuat, semangat belajar yang tinggi, serta keimanan yang menjadi penuntun dalam setiap langkah kehidupan,” katanya.

Mahyeldi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, alim ulama, bundo kanduang hingga perantau, untuk bersama-sama mendukung pengembangan SMP Islam Darul Hakim agar tumbuh menjadi lembaga pendidikan unggulan yang berkelanjutan.

Kepada para siswa, ia berpesan agar memanfaatkan masa belajar dengan sebaik-baiknya, mencintai Al-Qur’an, menghormati guru, dan berbakti kepada orang tua.

 

“Jangan pernah takut bermimpi besar. Dari SMP Islam Darul Hakim ini, insya Allah akan lahir para ulama, guru, dokter, insinyur, pengusaha, akademisi, pemimpin, dan tokoh masyarakat yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan daerah,” ujarnya.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas berdirinya SMP Islam Darul Hakim. Ia menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terhadap keberadaan sekolah tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

Sementara itu, Hakim Agung RI yang juga Ketua Pembina Yayasan SMP Islam Darul Hakim, Dr. Irfan Fachruddin, menjelaskan bahwa sekolah tersebut didirikan untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkarakter Islami melalui perpaduan pendidikan modern dengan tradisi surau yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga mengungkapkan latar belakang penamaan Yayasan Akademi Surau Indonesia. Nama tersebut berawal dari ungkapan sang ayah semasa hidup saat diwawancarai seorang jurnalis mengenai tempatnya menimba ilmu.

“Saat itu ayah saya menyebut belajar di ‘Akademi Surau’. Kalimat itulah yang saya abadikan untuk sekolah ini. Kita tahu, banyak ulama surau zaman dulu yang tidak menempuh bangku kuliah, tetapi kapasitas keilmuan dan akhlak mereka luar biasa, bahkan mampu berdiri sejajar dengan tokoh-tokoh besar dunia. Melalui sekolah ini, kami memohon dukungan semua pihak untuk membangkitkan kembali nilai-nilai luhur surau tersebut,” ungkap Irfan.

Ketua Yayasan Akademi Surau Indonesia, Syamsuardi, menjelaskan bahwa SMP Islam Darul Hakim dibangun di atas lahan seluas lima hektare dan telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang representatif. Pada tahun ajaran perdana, sekolah tersebut menyiapkan belasan tenaga pendidik dan membuka dua rombongan belajar (rombel).

Menurut Syamsuardi, sekolah mengusung konsep pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan penguatan nilai-nilai lokal dan keislaman.

“Ikon utama sekolah kita, selain menjalankan Kurikulum Pendidikan Nasional, adalah penerapan pendidikan berbasis surau demi mambangkik batang tarandam.

 Selain itu, kami juga memperkuat sisi pendidikan teknologi informasi (IT) serta pendalaman adat dan budaya Minangkabau sebagai muatan lokal wajib,” katanya. (rid/wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pendidikan #minangkabau