Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pendidikan Karakter jadi Prioritas Pasaman, Bupati Welly Kukuhkan 62 Guru Tahfiz

Willian. • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:30 WIB
Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunthe mengukuhkan 62 Guru Tahfiz Kabupaten Pasaman Tahun 2026 di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Selasa (14/7). (WILIAN/PADEK)
Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunthe mengukuhkan 62 Guru Tahfiz Kabupaten Pasaman Tahun 2026 di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Selasa (14/7). (WILIAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Ka­bupaten Pasaman mempertegas arah pembangunan sumber daya manusia dengan menjadikan pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an sebagai prioritas. Komitmen itu diwujudkan melalui pengukuhan 62 Guru Tahfiz Tahun 2026 yang akan ditempatkan di 62 nagari di Kabupaten Pasaman.

Pengukuhan berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Selasa (14/7), mengusung tema “Melalui Program Tahfiz Kita Wujudkan Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan.”

Pengukuhan dipimpin langsung Bupati Pasaman Welly Suhery di­dam­pingi Wakil Bupati Parulian Dali­mun­the. Hadir pula Sekretaris Daerah, Asis­ten I, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masya­rakat dan Nagari, para camat, wali nagari se-Kabupaten Pasaman, serta para gu­ru tahfiz yang dinyatakan lulus seleksi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, mengatakan pengukuhan Guru Tahfiz menjadi tonggak penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius. “Hari ini merupakan momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pasaman. Pengukuhan Guru Tahfiz bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata dalam membangun generasi yang bertakwa, cerdas, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Menurut Muslim, pendidikan berkualitas harus mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Karena itu, Guru Tahfiz memiliki peran strategis sebagai pembina karakter sekaligus benteng moral bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan tek­nologi dan arus globalisasi. Ia menjelaskan, proses seleksi Guru Tahfiz dilaksanakan pada 23–24 Juni 2026 dan diikuti 115 peserta. Sebanyak 28 peserta lainnya tidak hadir karena berbagai alasan.

Seleksi dilakukan oleh enam tena­ga profesional yang dibagi dalam dua tim di bawah koordinasi Rizal, S.Ag., de­­­ngan anggota Andi, Saidun, S.Ag., Ab­­­dul Munir, Deni Fadli, dan tim lainnya. Aspek yang dinilai meliputi kemampuan tahfiz dan tahsin Al-Qu­r’an, ke­mampuan micro teaching dan pengua­saan kelas, serta komitmen dan ke­pribadian. “Berdasarkan rapat Tim Se­leksi pada 9 Juli 2026, ditetapkan seba­nyak 62 peserta dinyatakan lulus dan akan ditempatkan di 62 nagari yang tersebar di Ka­bu­paten Pasaman,” jelasnya.

Selain menyiapkan te­na­ga pengajar, Dinas Pendidikan juga telah menyusun Petunjuk Pelaksanaan Program Tahfiz Tahun 2026 bersama tim internal dan tenaga profesional. Program tersebut memuat visi dan misi, ku­ri­kulum, serta metode pembelajaran.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), peserta didik ditargetkan menghafal satu juz Al-Qur’an, sedangkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diarahkan melanjutkan hafalan pada juz berikutnya.

Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan, pengukuhan Guru Tahfiz merupakan bagian dari komitmen pe­merintah daerah dalam memba­ngun generasi yang beriman, bertakwa, be­rakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an. “Momentum ini menjadi bagian penting dari ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi Pasaman yang memiliki karakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam,” katanya.

Bupati Welly menuturkan, visi Pa­saman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan secara sengaja me­nem­patkan kata berkarakter seba­gai fondasi utama pembangunan dae­rah. “‘Berkarakter’ kami letakkan di de­pan karena kami meyakini bahwa ke­majuan pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi hanya akan membawa keberkahan apabila di­topang oleh keima­nan, akhlak, dan moral ma­sya­rakat,” tegasnya.

Menurutnya, Program Tah­fiz me­ru­pakan implementasi misi pertama Pemerintah Kabupaten Pasaman, yakni meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat melalui penguatan pendidikan agama, baik pada jalur formal maupun nonformal.

Ia berharap para Guru Tahfiz mampu menjadi ujung tombak penanaman nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda sehingga lahir pribadi yang cerdas, berintegritas, dan berakhlak mulia. “Kalian yang dikukuhkan hari ini bukan sekadar tenaga pengajar, tetapi arsitek peradaban yang memegang kunci pembentukan karakter anak-anak Pasaman. Amanah ini sangat mulia dan akan menentukan masa depan daerah kita,” pesannya.

Melalui pengukuhan 62 Guru Tahfiz tersebut, Pemerintah Kabupaten Pa­saman berharap Program Tahfiz da­pat berjalan optimal di seluruh nagari dan sekolah serta menjadi fondasi la­hirnya generasi Qurani dalam me­wujudkan Pasaman Bangkit yang Ber­ka­rakter, Maju, dan Berkelanjutan. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
guru tahfiz pemkab pasaman