Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu. Namun dari dari lima orang yang menjadi korban itu, satu orang mengalami luka memar ringan, empat orang pekerja lainnya dilaporkan mengalami luka bakar.
"Untuk lima orang pekerja yang menjadi korban itu, sudah mendapatkan penanganan medis di RS M Djamil Padang," katanya dalam keterangan resmi, siang tadi.
Anita menjelaskan peristiwa itu terjadi saat pekerja melakukan pengisian gas nitrogen ke tabung akumulator, dan diduga terjadi over-pressure pada tabung akumulator, sehingga menimbulkan percikan api sesaat.
Ditegaskannya, perusahaan tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian, dan tetap fokus dalam penanganan korban.
"Meski adanya kejadian kecelakaan kerja ini, operasional pabrik berjalan normal seperti sediakala. Jadi tidak ada gangguan produksi semen pada hari ini," ujar Anita.
Menurutnya atas kejadian tersebut akan menjadi evaluasi dan pelajaran bagi PT Semen Padang untuk meningkatkan kinerja lebih baik di masa datang.
Sementara itu, warga Blok M di Kelurahan Indarung, di sekitar perusahaan, Yulisman, menyampaikan tidak ada terlihat kondisi adanya tanda-tanda kebakaran atau asap yang keluar dari Pabrik Indarung V tersebut.
"Pabrik itu terlihat dari rumah saya. Tidak tahu saya kalau ada terjadi kecelakaan kerja di pabrik tersebut. Untuk suara ledakan ada terdengar, tapi seperti ledakan ban truk saja. Jadi saya tidak begitu ambil pusing," ungkapnya.(*)
Editor : Hendra Efison