Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Festival Matrilineal Tampilkan Kesenian Tiga Provinsi

Novitri Selvia • Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:10 WIB
Photo
Photo
Selama sepekan, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar bersama Disdikbud Kabupaten Sijunjung gelar Festival Matrilineal di Perkampungan Adat Padangranah, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Ratusan pengunjung antusias, pemangku adat, bundo kanduang, dan pemerhati seni budaya.

Puncak acara ditandai dengan pergelaran kesenian tradisionl dan kolaborasi asal tiga provinsi, Sumbar, Sumsel dan Bengkulu, Jumat-Sabtu (29-30/7). Bertempat di halaman Balai Adat Padangranah, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung.

Setelah sebelumnya serentetan kegiatan adat dan pertunjukan kesenian anak nagari (lokal) turut menghiasi jalannya kegiatan Festival Matrilineal di kawasan Perkampungan Adat Padangranah, Nagari Sijunjung terhitung sejak tanggal 23 Juli.

Mulai dari ritual bakaua adat dengan berciri khas arakan panjang puluhan kaum ibu-ibu berpakaian adat khusus menjujung dulang menuju lokasi berkaul, kemudian berlanjut kegiatan Makan Bajamba.

Untuk acara hiburan dilaksanakan kegiatan Pacu Kabau-kabau yang diikuti puluhan pemuda selaku anak nagati Sijunjung di sebuah hamparan pesawahan siap panen.

Selama kegiatan berlangsung, pihak tuan rumah bersama Pemkab Sijunjung turut menyediakan tempat penginapan spesifik bagi para tamu dari luar, yakni menjadikan sejumlah rumah adat (rumah gadang) milik warga sebagai homestay.

Dilengkapi beraneka makanan (kuliner) khas Sijunjung secara cuma-cuma. Dengan demikian para tamu undangan dapat merasakan bagaimana sensasinya menginap dan bermalam di sebuah rumah adat Minangkabau (rumah gadang) itu sendiri.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sijunjung Usman menyebut pihaknya merasa puas atas terselenggaranya Festival Matrilineal di Perkampungan Adat Padangranah, Nagari Sijunjung. Bekerjasama dengan BPNB Sumbar.

Menurutnya Festival Matrilineal bukan sekadar pergelaran bersifat hiburan, atau hajatan bagi masyarakat luas. Melainkan banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik, demi pelestarian adat budaya Minangkabau sebagai warisan leluhur. Perhelatannya berlangsung selama sepekan penuh, tanggal 23-30 Juli.

Khususnya di kalangan remaja, pelajar, bertujuan sebagai edukasi, spirit dan movivasi. Betapa sesungguhnya adat dan budaya merupakan sebuah bentuk kearifan lokal yang sekaligus menjadi aturan hidup dalam balutan masyarakat sosial hukum adat. Dilengkapi dengan sejumlah kesenian tradisional guna merekat tali silaturrahmi.

“Kita ingin, bagaimana supaya kalangan remaja ikut peduli terhadap adat dan budayanya,” tukas Usman disela kegiatan pementasan kesenian tradisional antar daerah, Jumat (29/7). Tanpa bisa dipungkiri, seiring kemajuan jaman dan teknologi, nilai-nilai adat/budaya terus tergerus, hingga terkadang masyarakat menjadi lupa akan identitas mereka sesungguhnya.

Melalui Festival Matrilineal seluruh kalangan muda, pelajar, diimbau untuk kembali mencintai khasanah mereka. Selama kegiatan festival berlangsung, para pelajar SD-SMA/sederajat diminta ikut berkontribusi memeriahkan Festival Matrilineal, bekerjasama dengan seluruh sekolah. Meski dalam hal ini tampil untuk mengisi acara hiburan di sore hari.

Sengaja diberi nama Festival Matrilineal, karena matrilineal merupakan sistem kekerabatan yang dianut oleh Suku Minangkabau, dalam arti kata bergalis keturunan ibu. Seorang ibu di Minangkabau, khususnya Kabupaten Sijunjung, diagungkan hingga di sebut Bundo.

Sebelumnya, Kepala BPNB Sumbar Undri, memberikan apresiasi atas dukungan semua pihak hingga kegiatan Festival Matrilineal dari awal dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Banyak hal dapat dipetik oleh masyarakat demi pelestarian nilai adat dan budaya ke depannya. (atn) Editor : Novitri Selvia
#Perkampungan Adat Padangranah #Nagari Sijunjung #Disdikbud Kabupaten Sijunjung #Festival Matrilineal