Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Sawit Bertahan Rp 1.800 per Kg di Sijunjung

Novitri Selvia • Senin, 17 Oktober 2022 | 14:01 WIB
Ilustrasi.(ARDI/PADEK)
Ilustrasi.(ARDI/PADEK)
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat bawah (tauke, pengepul) bertahan di kisaran Rp 1.800 per kilogram, sementara di pabrik Rp2.200 per kilogram, Minggu (16/10).

“Harga TBS di tingkat bawah bertahan sejak sepekan terakhir, yakni di kisaran Rp 1.700 - 1.800 per kilogram. Mestinya saat ini sudah bergerak naik dari harga tersebut,” ujar Usman Afandi, 60, petani kelapa sawit di Nagari Muarotakung, Kecamatan Kamangbaru.

Harga tersebut menurutnya sudah agak lumayan dari waktu sebelumnya, yakni berkisar Rp 1.500 per kilogran. Ada mengalami kenaikan sekitar Rp 200.  Ia berharap nasib petani kelapa sawit tetap menjadi perhatian oleh pemerintah, dan standar terus diawasi.

Jangan sampai ketetapan luasa saja dipatok secara sepihak oleh pengusaha/perusahaan, sehingga sewaktu-waktu jatuh dengan harga sangat murah.

“Sebelumnya, anjlok ke level Rp 500 per kilogram, akibat diberlakukannya aturan larangan ekspor CPO ke luar negeri oleh pemerintah pusat. Seiring waktu, dicabut kembali, namun harga sawit tetap saja murah. Kami tak ingin hal itu kembali terjadi, karena hanya menbuat petani teraniaya,” jelasnya.

Sementara, Indrawadi, 48, petani yang sekaligus sebagai tokoh pemuda di Kecamatan Kamangbaru, menyayangkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit jalan di tempat.

“Baru-baru ini pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, berbagai barang kebutuhan hidup kemudian ikut melonjak. Namun harga tandan buah segar (TBS) tetap saja murah,” cetusnya.

Setidaknya ke depannya ada kebijakan, bagaimana supaya harga kelapa sawit berangsur naik ke level yang wajar. Berbanding lurus dengan biaya besar yang harus dikeluarkan para petani mulai dari proses pengolahan, perawatan, pemupukan, sampai biaya panen.

Pupuk jenis NPK saat ini harganya berkisar Rp 1 juta per zak (berat 50 kg). “Penanganan tanaman sawit itu sangat susah, dan biayanya mahal. Namun harganya senantiasa murah. Sungguh tak wajar,” sesalnya. (atn) Editor : Novitri Selvia
#sawit #tbs #Kamangbaru