Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rajo Silului, Durian Unggul di Solsel: Jawaranya Festival Durian Solsel

Arditono Padek • Selasa, 11 Oktober 2022 | 10:37 WIB
PALING UNGGUL: Durian Rajo Silului menjadi salah satu varietas unggul di Solok Selatan. Durian ini hanya ada satu batang di daerah tersebut.(IST)
PALING UNGGUL: Durian Rajo Silului menjadi salah satu varietas unggul di Solok Selatan. Durian ini hanya ada satu batang di daerah tersebut.(IST)

Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, Solok Selatan punya durian unggul. Yakni verietas Rajo Silului milik Buranudin, 67, yang menjadi pemenang Festival Durian Solok Selatan.

Kebun durian rajo silului tersebut terletak di Jorong Padang Air Dingin. Dari puluhan batang pohon durian milik Buranudin, rasa khas rajo silului hanya satu-satunya di Solok Selatan dan cuma ada satu batang pohon.

Usia pohon durian silului tersebut diperkirakan pemilik kebun lebih dari 80 tahun dan tinggi pohonnya sekitar 30 meter. Durian silului merupakan salah satu peninggalan dari keluarganya, sampai sekarang masih dijaga dengan baik sehingga terus berbuah.

Rata-rata musim durian sekali setahun. Dengan belum ada brandnya, sehingga harga durian varietas unggul ini masih di bawah harapan. Ukuran durian menengah dan besar satu buah hanya dihargai kisaran Rp3 ribu hingga Rp5 ribu di puncak musim durian September 2022 lalu. Sekarang di Oktober harganya sudah naik Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per buah.

Murahnya harga durian karena di seluruh nagari dan kecamatan di Solok Selatan sedang musim durian. Kondisi inilah yang menyebabkan harga durian jatuh. Namun masih bisa dimanfaatkan untuk penunjang ekonomi keluarga.

Khairul, pemilik kebun durian di Kecamatan Sangir mengatakan, biasanya satu buah durian yang dipanen di kebun hanya dihargai Rp3 ribu, sekarang sudah Rp10 ribu. Hasil panen durian warga setempat ada yang dibeli tauke ke kebun untuk dijual ke Padangaro, pusat Kabupaten Solok Selatan dan ada yang dijual ke Padang, dan daerah lainnya di Sumbar termasuk ke Provinsi Jambi.

“Biasanya sangat murah, sekarang harganya sudah mulai membaik. Buah durian sudah mulai sedikit dan sebentar lagi bakal tambah mahal,” jelasnya.

Andre A, 48, pedagang durian di Timbulun Pusat Kabupaten Solok Selatan mengatakan, di saat puncak musim durian September 2022 harga durian melemah. Satu buah hanya Rp10 ribu atau Rp15 ribu dan itupun dengan ukuran besar.

Kalau dia membeli dari pedagang yang langsung membeli ke kebun-kebun warga, lebih murah dari harga eceran dagangan duriannya di pinggir jalan nasional tersebut. Sekarang di Oktober harga durian kembali naik. Ukuran paling besar dijualnya Rp50 ribu, paling murah Rp10 ribu satu buah. Itupun ukuran kecil.

Per harinya terjual kisaran 100-120 buah. Keuntungan yang diterimanya lumayan. Kalau modal duriannya Rp500 ribuan, keuntungan yang didapatnya Rp300 ribu dari hasil berjualan durian dari pagi hingga malam harinya.

Ia memilih berdagang di pinggir jalan nasional di Timbulun, karena kendaraan yang lewat ramai. Mulai roda dua hingga roda empat. Sebab bukan saja dilintasi masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Sumbar, akan tetapi jalur aktivitas kendaraan dari Solok Selatan ke Jambi.

“Pembelinya bukan saja dari warga Solsel saja. Tapi dari penumpang kendaraan yang melintas siang dan malam,” paparnya.

Wali Nagari Padang Air Dingin, Yon Harisman menyebut jumlah pohon durian di kenagariannya lebih dari 2.000 batang. Usia kisaran 5 - 100 tahun.

Dari ribuan batang jumlah pohon tersebut hanya beberapa batang saja Festival Durian Solok Selatan, dan varietas Rajo Silului terpilih sebagai pemenang saat festival durian yang digelar di Pulau Muatiara, Nagari Lubukgadang Utara, Kecamatan Sangir.

Awalnya direncanakan varietas durian unggul ini akan dikembangkan di Solok Selatan, namun sudah setahun pelaksanaan rencana tersebut juga belum ada realisasinya.

“Dinilai daging buah tebal, rasa buah lezat, tekstur padat dan tidak berserat. Warna daging buah kuning menarik, performa atau tampilan buah bulat dan warna kulit buah cerah, komposisi duri kulit buah teratur, ukuran biji sedang dan bernas, serta jumlah biji atau buah per ruang 3-4 biji. Inilah kelebihan durian unggul Silului,” terangnya.

Menurut pengalaman dan informasi diterimanya dari pihak Hortikultura, pengembangan rajo siluli dengan bijinya belum tentu mendapatkan varietas unggul dari yang dibibitkan. Akan tetapi melalui kawin silang akan mendapatkan varietas unggul turunan rajo silului.

Dengan kawin silang dia mencontohkannya kembali dari pengalaman dari Dinas Pertanian yang diterimanya, dari 10 batang bisa mendapatkan 9 batang varietas unggul. Dan lebih cepat berbuah dibandingkan dengan biji memakan waktu hingga 12 tahun. Tapi lewat kawin silang 3-4 tahun sudah berbuah.

“Namun upaya kawin silang ini belum dilakukan sampai sekarang seperti diharapkan oleh Bupati Solok Selatan untuk pengembangan durian unggulan. Apalagi Solok Selatan akan dijadikan sebagai Kampung Durian oleh Pemprov Sumbar sebagai produk pertanian unggulan daerah,” jelasnya.

Diharapkannya varietas durian pemenang kontes ini bisa ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian, mulai dari perawatan pohon induk, memperbanyak benih dengan sistem sambung atau kawin silang untuk menjaga kelestarian.

Termasuk observasi tanaman guna mendapatkan data deskripsi varietas bersama BPSB dan BRIN/Balitbu, pendaftaran kepemilikan pemkab solsel ke pusat perlindungan varietas dan perizinan pertanian Kementan dan pendaftaran varietas hortikultura utk perbanyakan dan pengembangan benih bersertifikat.

Yon Harisman juga berharap ada brand dari produk unggulan durian Solsel, sehingga dapat meningkatkan harga durian daerah seperti munsangking dan lainnya. (atn)

Editor : Novitri Selvia
#Durian silului #Jorong Padang Air Dingin #Festival Durian Solsel #durian Rajo Silului #Sangir Jujuan