Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, hujan disertai angin ribut mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Tiupan angin kencang menyebabkan atap rumah warga, kantor pemerintahan, kedai, dan toko beterbangan.
“Kantor Pengadilan Negeri Kota Solok juga mengalami kerusakan, atapnya diterbangkan angin,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Herman, Senin (6/10/2025).
Selain merusak bangunan, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon di berbagai titik kota. Akibatnya, kabel listrik dan jaringan telekomunikasi terputus, bahkan beberapa kendaraan dilaporkan tertimpa batang pohon.
“Hingga Senin pagi ini, listrik masih belum menyala dan sinyal telekomunikasi masih krodit,” kata Eka (39), warga Solok.
Warga lainnya, Ayu Bundagivan, menulis di akun Facebook-nya tentang situasi mencekam saat kejadian. “Yaa Allah sabana trauma, baru sakali ko mancaliak kejadian angin kencang hujan labek patuih gadang di Solok patang. Alhamdulillah kami masih diberi keselamatan, mudah-mudahan yang terdampak diberi ketabahan,” tulisnya.
BPBD bersama aparat setempat segera turun ke lapangan untuk membersihkan material yang menutupi jalan, termasuk pohon tumbang dan papan reklame yang roboh di pusat kota.
Herman menjelaskan, dua kecamatan yang terdampak paling parah adalah Lubuk Sikarah dan Tanjung Harapan.
Di Kecamatan Lubuk Sikarah, kerusakan terjadi di Kelurahan Tanah Garam, Enam Suku, dan Sinapa, sementara di Kecamatan Tanjung Harapan meliputi Kelurahan Koto Panjang, Pasar Pandan Air Mati, Tanjung Paku, dan Nan Balimo.
“Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. BPBD masih terus melakukan pendataan dan pembaruan informasi di lapangan,” ujar Herman.
Untuk membantu warga terdampak, Dinas Sosial dan BPBD Kota Solok telah mendirikan sejumlah tenda darurat serta menyalurkan bantuan logistik.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
“Warga diminta menghindari area rawan seperti di bawah pohon besar atau papan reklame guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Herman.(*)
Keyword utama:
- Hujan angin Kota Solok
- BPBD Kota Solok
- Bencana cuaca ekstrem Sumbar