Monitoring dilakukan Ketua Harian FASI Sumbar Letkol Sus Firdaus yang juga Kadispotdirga Lanud Sutan Sjahrir, bersama Ketua KONI Sumbar Hamdanus.
Rombongan disambut Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli, Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, serta pengurus Cabor Paralayang.
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penetapan Puncak Bidadari sebagai venue paralayang.
“Puncak Bidadari memiliki potensi sangat luar biasa, baik dari panorama maupun karakter alamnya. Jika ditetapkan sebagai venue, ini menjadi peluang besar bagi Kota Solok mengembangkan sport tourism,” ujarnya.
Ia menegaskan kesiapan Pemko Solok meningkatkan fasilitas penunjang. “Kami siap berkolaborasi dengan FASI, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan agar Porprov berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Ketua Harian FASI Sumbar Firdaus menyebut peninjauan ini bagian dari evaluasi teknis.
“Kami melihat arah angin, ketinggian take off, area landing, dan faktor keselamatan. Secara umum, Puncak Bidadari memiliki potensi yang sangat baik,” ungkapnya.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menilai kesiapan Kota Solok cukup menjanjikan. “Kota Solok menunjukkan keseriusan yang kuat, baik dari dukungan pemerintah daerah maupun kesiapan organisasi olahraga,” ujarnya.
Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon menyampaikan optimisme penetapan Puncak Bidadari sebagai venue. “Ini akan menjadi motivasi besar bagi atlet paralayang Kota Solok untuk meningkatkan prestasi,” katanya.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli. “Kegiatan ini berdampak langsung pada promosi wisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dengan sinergi antara Pemko Solok, DPRD, FASI, KONI Sumbar, dan KONI Kota Solok, Kota Solok menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Porprov Sumbar Cabor Paralayang dan mengembangkan Puncak Bidadari sebagai ikon wisata olahraga di Sumatera Barat.(CR8)
Editor : Hendra Efison