Gangguan penerangan terjadi di sejumlah ruas jalan karena jaringan kabel bawah tanah maupun atas tanah hilang dicuri.
Ikhlas menegaskan kondisi tersebut bukan akibat kelalaian petugas. Ia menyebut kerusakan dipicu maraknya pencurian kabel instalasi.
“Ikut kami sampaikan ke masyarakat, lampu PJU yang mati bukan karena kami malas kerja. Penyebabnya adalah banyaknya pencurian kabel jaringan,” kata Ikhlas.
Data Dishub mencatat terdapat 4.133 titik lampu PJU yang terhubung dengan 153 panel. Perbaikan dan pemasangan baru difokuskan pada area dengan penerangan minim.
Ia meminta partisipasi RT/RW, pemuda, dan tokoh masyarakat untuk mengawasi fasilitas umum di lingkungannya.
“Kami minta kerja sama masyarakat untuk awasi jaringan PJU di daerah masing-masing. Kalau ada yang mencurigakan, langsung laporkan ke polisi. Mari kita jaga bersama agar Kota Solok tetap terang, aman, dan nyaman, apalagi bulan Ramadhan sebentar lagi,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Nurzal Gustim, S.STP., M.Si., juga mengimbau warga meningkatkan pengawasan.
“Kami imbau masyarakat bantu awasi perilaku yang bisa bikin kabel atau panel PJU dicuri. Tanpa bantuan masyarakat, pengawasan tidak bisa maksimal,” kata Nurzal.
Ia menambahkan keterbatasan anggaran membuat pemeliharaan harus diprioritaskan.
“Pemerintah Kota Solok sekarang susah cari anggaran untuk beli alat baru. Lagian, lampu PJU yang ada banyak perlu diperbaiki karena sudah tua atau rusak,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi warga dapat menekan pencurian kabel dan menjaga penerangan jalan tetap berfungsi, terutama menjelang bulan Ramadhan. (CC7)
Editor : Hendra Efison