Kunjungan tersebut dilakukan untuk memverifikasi kelayakan sekolah dalam mengadopsi sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Dalam kunjungan tersebut, Syuryanto didampingi oleh Kepala Seksi Kurikulum, Yudi. Rombongan disambut langsung oleh Kepala SMK Negeri 2 Kota Solok, Afrikal, bersama jajaran manajemen sekolah dan dewan guru.
Pada kesempatan itu, Afrikal memaparkan perkembangan dan dinamika sekolah dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kompetensi para peserta didik.
Menurutnya, pengelolaan sekolah kejuruan memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai serta sistem manajemen yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia industri.
“Alhamdulillah, progres positif terlihat pada proses pembelajaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia siswa,” ujar Afrikal.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini sekolah mengelola lima program keahlian yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja. Dengan jumlah siswa mencapai 1.356 orang, SMK Negeri 2 Kota Solok terus berupaya mencetak lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi.
Salah satu inovasi pembelajaran yang diterapkan di sekolah tersebut adalah konsep Teaching Factory (Tefa). Model pembelajaran ini mengintegrasikan praktik produksi dengan kurikulum pendidikan, sehingga siswa dapat merasakan pengalaman kerja yang mendekati kondisi nyata di industri.
Sementara itu, Syuryanto menjelaskan bahwa kegiatan survei dan inspeksi ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menerapkan sistem BLUD.
Menurutnya, penerapan BLUD di lingkungan sekolah kejuruan diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas pengelolaan unit produksi dan layanan berbasis keterampilan.
“Kami menginginkan sekolah memiliki keluwesan dalam memanfaatkan potensi yang ada, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih produktif dan memberikan manfaat langsung bagi siswa,” jelas Syuryanto.
Ia menambahkan bahwa sistem BLUD memungkinkan sekolah untuk mengembangkan berbagai unit usaha pendidikan secara lebih mandiri, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik.
Kegiatan kunjungan tersebut diakhiri dengan diskusi intensif antara pihak Dinas Pendidikan dan manajemen sekolah. Selain itu, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas praktik yang digunakan siswa dalam menunjang proses belajar mengajar di SMK Negeri 2 Kota Solok. (cr8)
Editor : Adetio Purtama