Mengantisipasi hal itu di Sumbar, Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Reihard Petrus Golose bersama dengan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Ganefri meresmikan Kampus Bersih Narkoba (Bersinar) sekaligus memberikan kuliah umum di Auditorium UNP, Kamis (10/2).
Dalam kuliah umum tersebut Reihard Petrus Golose mengatakan perguruan tinggi harus bersih dari narkoba. Di Indonesia potensi pasar narkoba sangat besar termasuk bisa terjadi di kampus, untuk itu harus diberantas.
“Tidak ada satu tempatpun di Indonesia yang terbebas dari narkoba. Untuk itu mari sama-sama menjaga diri dari bahaya narkoba,” ucapnya.
Reihard juga mengatakan, pengedar narkoba memiliki mine power yang besar dengan sumber dana yang tanpa batas, mereka juga memahami teknologi untuk pemasaran barang haram mereka.
“Untuk itu sama-sama kita nyatakan perang melawan narkoba untuk melindungi generasi kita dari bahaya narkoba, tentunya harus meliputi seluruh elemen masyarakat dalam perwujudan hal tersebut,” ungkapnya.
Senada dengan kepala BNN Pusat, Rektor UNP Prof. Ganefri mengatakan, momen kedatangan perdana kunjungan kepala BNN Pusat harus dimanfaatkan sebaik mungkin khususnya dalam program edukasi untuk masyarakat.
“Dengan adanya Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling (UPBK) dapat memberikan konseling kepada masyarakat dan mahasiswa yang terkena dampak kecanduan narkoba,” ujarnya.
Ganefri menyebut, UNP sudah mengintegrasikan materi program anti narkoba melalui kegiatan pengenalan kampus untuk mahasiswa baru, kegiatan dakwah di masjid kampus, dan gerakan anti narkoba.
“Komitmen UNP dalam memberantas narkoba sudah dilakukan sejak lama melalui semua edukasi dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dan riset dosen. Termasuk tes narkoba kepada mahasiswa baru yang akan berkuliah di UNP,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama antara kepala BNN dan Rektor UNP sekaligus launching Kampus Bersinar. Lalu kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan SK penetapan konselor teman sebaya dan penampilan lagu anti narkoba yang diciptakan oleh dosen UNP.
Sebelum ke UNP Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose beserta rombongan disambut langsung Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy di terminal kedatangan VIP Bandara Internasional Minangkabau.
Kedatangan Komjen Pol Petrus ke Sumbar juga dalam rangka peninjauan kantor wilayah BNN di Sumatera Barat. Dalam diskusi dengan Wagub Sumbar, ia sangat menyayangkan di situasi pandemi, masih banyak masyarakat Indonesia yang masih mengkonsumsi narkoba. Sedangkan uang yang mereka gunakan bisa dipakai untuk makan dan kehidupan mereka sendiri.
Pada kesempatan itu juga, Komjen Pol. Petrus memberikan apresiasi pada BNNP Sumbar yang telah bekerja dengan baik melakukan penangkapan beberapa kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Pesisir Selatan dan Tanahdatar beberapa minggu yang lalu.
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy menanggapi positif tujuan kunjungan kerja Kepala BNN tersebut. Ia sepakat meski disibukkan situasi pandemi Covid-19, kita juga tidak boleh lengah dengan kasus-kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
“Situasi pandemi seperti sekarang ini sudah berdampak keras untuk ekonomi, jangan sampai diperburuk lagi dengan kasus peredaran narkoba. Selain memulihkan dari Covid-19 ini, kita juga tidak boleh luput dalam menjaga lingkungan kita dari narkoba” ucap Audy.(cr1) Editor : Novitri Selvia