Pada hari pertama pelaksanaan operasi itu, Ditlantas Polda Sumbar dan jajaran telah menindak 15 pengendara yang ditilang manual dan 57 pengendara ditilang electronic traffic law enforcement (ETLE) mobile.
“Sebagian besar pengendara motor melakukan pelanggaran. Didominasi tidak menggunakan helm saat berkendara,” kata Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Hilman Wijaya, Rabu (8/2).
Ia mengatakan, selama operasi berlangsung, para Polantas yang bertugas saat operasi bekerja secara humanis di lapangan. “Kami imbau personel selalu mengedepankan tindakan preventif, edukatif, dan persuasif,” imbau Hilman.
Operasi kali ini, tutur Hilman, pihaknya akan menindak sejumlah pelanggaran yang kasat mata. Pelanggaran tersebut antara lain tidak menggunakan helm, melawan arah, hingga pelanggaran yang menyebabkan gangguan dan kemacetan lalu lintas.
“Selain itu, kita pun akan menggunakan tilang manual seperti pelanggaran memakai knalpot brong atau racing, kendaraan tidak memakai pelat nomor, over load kendaraan yang beban tertinggi dan pelanggaran lalu lintas yang meresahkan masyarakat, seperti balap liar. Itu semua akan digunakan tilang manual,” ujarnya.
Operasi Keselamatan 2023 digelar dengan tujuan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, pelanggaran lalu lintas dan jumlah fatalitas korban dari kecelakaan lalu lintas. Diharapkan operasi ini bisa meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
“Kami mengimbau kepada pengendara jalan raya, kalau bepergian cek surat-surat kendaraannya,” tukasnya. (rid) Editor : Novitri Selvia