Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Momentum Hari Pahlawan, Kenali 13 Sosok Pahlawan Nasional Asal Sumbar Ini!

Randi Zulfahli • Minggu, 10 November 2024 | 12:09 WIB

Bapak Proklamator Mohammad Hatta banyak memberikan inspirasi bagi kehidupan bangsa Indonesia. (Indonesia.GO.ID)
Bapak Proklamator Mohammad Hatta banyak memberikan inspirasi bagi kehidupan bangsa Indonesia. (Indonesia.GO.ID)
PADEK.JAWAPOS.COM — 10 November Hari Pahlawan Nasional. Mari mengenang jasa para pahlawan dalam berbagai tahap sejarah perjuangan bangsa Indonesia menuju dan memulai kemerdekaannya.

Tema Hari Pahlawan Nasional 2024 ini, "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu". Tema tersebut sebagaimana tercantum dalam Pedoman Penyelenggaraan Hari Pahlawan Nasional 2024 oleh Kementerian Sosial (Kemensos ) RI.

Berdasarkan data yang dilansir Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial (K2KRS) Kemensos RI, Indonesia saat ini memiliki 191 pahlawan hingga 2020. Dari jumlah itu, 176 pahlawan laki-laki dan 15 lainnya perempuan.

Dari 191 pahlawan nasional Indonesia tersebut, Padek.Jawapos.com mencoba menukilkan lagi sekilas sosok 13 pahlawan, khususnya yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar). Simak daftar 13 Pahlawan Nasional asal Sumbar berikut ini.

Mohammad Hatta

Bapak proklamator ini lahir di Fort de Kock Bukittinggi 12 Agustus 1902. Akrab disebut Bung Hatta, tokoh ekonom ini berani memproklamasikan kemerdekaan bersama Soekarno pada 1945. Kemudian sebagai Wakil Presiden Indonesia pertama selama 11 tahun.

Bagindo Aziz Chan

Beliau adalah wali kota kedua Padang setelah kemerdekaan, menggantikan Mr. Abubakar Jaar. Lahir di Padang pada 30 September 1910, beliau meninggal pada usia 36 tahun. Ada dua monumen di kota Padang untuk mengenang jasa-jasanya, yaitu Simpang Tinju di persimpangan jalan Gajah Mada dan jalan Jhoni Anwar. Kemudian monumen kedua ada di dalam komplek museum.

Agus Salim

Lahir di Kota Gadang, Agam pada tanggal 8 Oktober 1884, dikenal sebagai diplomat ulung, hingga dijuluki sebagai The Grand Old Man. Ia berani memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia saat menjadi anggota badan legislatif yang dibentuk oleh Belanda. Agus Salim ikut andil dalam perumusan teks proklamasi. Setelah merdeka, pahlawan kemerdekaan ini diangkat menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama.

Tuanku Imam Bonjol

Tokoh yang sangat terkenal ini nama aslinya adalah Muhammad Shahab yang lahir pada Bonjol, Pasaman pada tahun 1772, meningggal di Lotak, Pineleng, Minahasa pada 6 November 1864. Beliau memimpin Perang Padri (1803-1838) hingga ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke berbagai tempat pengasingan di Indonesia.

Mohammad Natsir

Lahir di Lembah Gumanti, Kabupaten Solok pada 17 Juli 1908. Peran Mohammad Natsir di awal kemerdekaan menjadi penting. Sebab ia pernah menjabat Perdana Menteri yang memperjuangkan nilai NKRI. Selain itu juga sebagai presiden Liga Muslim Dunia dan ketua Dewan Masjid se-Dunia.

Mohammad Yamin

Pahlawan nasional dari Sumatera Barat ini lahir di Talawi, Sawahlunto dari orang tua bernama Usman Baginda Khatib dan Siti Saadah pada 23 Agustus 1903. Mohammad Yamin berperan besar menggunakan intelektualitasnya. Ia terlibat dalam penyusunan UUD 1945 dan merumuskan sumpah pemuda. Selain itu merumuskan kelima sila Pancasila.

Rasuna Said

Beliau adalah pejuang kemerdekaan Indonesia yang lahir di Maninjau pada 14 September 1910 yang banyak memperjuangkan hak-hak wanita. Rasuna Said melanjutkan pendidikan di pesantren Ar-Rasyidiyah sebagai satu-satunya santri perempuan, lalu melanjutkan ke Diniyah Putri Padangpanjang. Ia fokus memperjuangkan hak wanita dalam pendidikan dan politik melalui surat kabar yang dipimpinnya sehingga Belanda harus mempersempit ruang gerak Rasuna Said.

Sutan Syahrir

Sutan Syahrir dikenal melalui intelektualitasnya yang tinggi sebagai sosok kritis yang anti-fasis imperialisme Jepang. Lahir di Padangpanjang pada 5 Maret 1909, sososk ini merupakan Perdana Menteri pertama di Indonesia yang aktif di jalur perundingan internasional serta ikut menggagas sumpah pemuda.

Ruhana Kuddus

Pejuang wanita asal Sumbar ini lahir di Nagari Koto Gadang, Agam pada 20 Desember 1884. Ia adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia yang tidak mengecap pendidikan formal, melainkan belajar bersama ayahnya. Rohana mendirikan sekolah keterampilan khusus perempuan pada tanggal 11 Februari 1911, memimpin koran "Perempuan Bergerak", juga menjadi redaktur koran "Radio" dan "Cahaya", ia juga giat dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka)

Buya Hamka merupakan seorang ulama, sastrawan dan politikus yang berasal dari Sumatera Barat, dilahirkan di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 17 Februari 1908. Beliau adalah ulama yang sangat dihormati yang pernah memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah. Beliau juga seorang sastrawan yang banyak menghasilkan karya-karya besar yang masih dibaca hingga saat ini, di antaranya buku berjudul Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk.

Abdul Muis

Tokoh kelahiran Sungai Puar, Agam, Sumbar pada 3 Juli 1883. Ia adalah pahlawan nasional dari Sumatera Barat yang merupakan Datuk Tumangguang Sutan Sulaiman. Beliau juga seorang Demang yang selalu memberi perlawanan pada kebijakan Belanda di daerah Agam pada zamannya. Abdul Muis bergabung dengan Sarekat Islam, mendorong tokoh-tokoh Belanda untuk mendirikan Technische Hooge School.

Adnan Kapau Gani

Dikenal juga dengan nama A. K. Gani, beliau adalah pahlawan nasional dari Sumatera Barat yang pernah menjabat sebagai wakil Perdana Menteri, Menteri Kemakmuran, Menteri Perdagangan, dan Menteri Pertanian. AK Gani dilahirkan di Palembayan, Agam, Sumbar pada 16 September 1905.

Hazairin

Tokoh pahlawan nasional dari Sumatera Barat ini lahir di Bukittinggi pada 28 Novembe 1906. Beliau adalah seorang ahli hukum adat yang pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri di Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Hazairin lahir di tengah-tengah keluarga taat beragama, dari pasangan Zakaria Bahri Harahap dan Aminah (Minangkabau). Ayahnya adalah seorang guru dan kakeknya, Ahmad Bakar, adalah seorang ulama. (*)

Editor : Hendra Efison
#hari pahlawan #Adnan Kapau Gani #pahlawan nasional #Hazairin #sumbar #indonesia