Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PT Semen Padang Gelar Wirid Ramadan, Ustaz Erwin: Dengan Bersyukur Bisa Terhindar  dari Gratifikasi

Hendra Efison • Rabu, 12 Maret 2025 | 22:45 WIB

Ustaz Erwin Rasyid dalam Wirid Ramadan PT Semen Padang bertajuk “Selamatkan Diri dari Gratifikasi & Suap dengan Sunnah Nabi” secara daring pada Rabu (12/3/2025).
Ustaz Erwin Rasyid dalam Wirid Ramadan PT Semen Padang bertajuk “Selamatkan Diri dari Gratifikasi & Suap dengan Sunnah Nabi” secara daring pada Rabu (12/3/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM–PT Semen Padang menggelar Wirid Ramadan bertajuk “Selamatkan Diri dari Gratifikasi & Suap dengan Sunnah Nabi” secara daring pada Rabu (12/3/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat integritas dan etika kerja karyawan, terutama di bulan suci Ramadan.

Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, membuka acara yang diikuti oleh ratusan karyawan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya wirid ini sebagai pengingat agar tetap waspada terhadap praktik gratifikasi dan suap. Meskipun perusahaan telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyimpangan (SMAP), penguatan kesadaran tetap diperlukan.

“Di PT Semen Padang, kita sudah memiliki sistem dan prosedur untuk menghindari gratifikasi melalui SMAP. Namun, melalui wirid ini, kita kembali diingatkan agar lebih berhati-hati, terutama dalam momentum Ramadan. Kita harus menjadi pribadi yang lebih baik dan menjunjung tinggi etika serta integritas,” ujar Oktoweri.

Ia juga mengajak seluruh karyawan untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan beretika.

Pentingnya Sikap Amanah dan Syukur

Ustaz Erwin Rasyid, yang hadir sebagai penceramah, menyoroti pentingnya bekerja dengan amanah dan bersyukur. Menurutnya, sikap syukur dapat menjadi benteng dari godaan gratifikasi. Ia menekankan dua prinsip utama yang harus dipegang karyawan agar terhindar dari praktik korupsi, yaitu muraqobah (merasa diawasi oleh Allah) dan qanaah (merasa cukup dengan rezeki yang diberikan).

“Ketika seseorang merasa selalu diawasi oleh Allah, ia tidak akan berani melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama. Begitu juga dengan sikap qanaah, yang berkaitan erat dengan rasa syukur. Allah tidak akan mengazab hamba-Nya yang bersyukur,” jelas Ustaz Erwin.

Ia juga mengingatkan bahwa menerima gratifikasi adalah tindakan yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Mengutip QS. Al-Baqarah ayat 188, ia menjelaskan bahwa Islam melarang keras praktik suap dan penyalahgunaan kekuasaan demi keuntungan pribadi.

Momentum Ramadan untuk Menahan Diri

Lebih lanjut, Ustaz Erwin mengaitkan pentingnya menjauhi gratifikasi dengan esensi Ramadan. Jika seseorang mampu menahan diri dari makan dan minum di siang hari yang sebenarnya halal, maka seharusnya lebih mampu lagi menahan diri dari sesuatu yang haram, termasuk gratifikasi.

“Jangan sampai kita merusak ibadah puasa dengan menerima sesuatu yang tidak halal. Ramadan adalah waktu terbaik untuk introspeksi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari perbuatan tercela,” tegasnya.

Dengan digelarnya Wirid Ramadan ini, PT Semen Padang berharap seluruh karyawan semakin memahami pentingnya integritas dalam bekerja. Melalui pemahaman nilai-nilai Islam dan penerapan sistem yang sudah ada, perusahaan berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari gratifikasi dan suap. (*)

Editor : Hendra Efison
#Integritas karyawan perusahaan #Etika kerja Islami #Cara menghindari gratifikasi #Wirid Ramadan PT Semen Padang #Bahaya suap dalam Islam