Kegiatan yang digelar selama tiga hari hingga 19 April 2025 ini menjadi momentum strategis dalam menggerakkan sektor UMKM sekaligus melestarikan budaya lokal masyarakat Padang.
Maigus Nasir menyambut positif pelaksanaan acara yang dinilai mampu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan memperkenalkan produk mereka lebih luas.
“Kegiatan ini inovasi yang luar biasa untuk membangkitkan semangat pelaku UMKM dan memaksimalkan potensi ekonomi lokal kita. Hal ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang yakni 'UMKM Naik Kelas',” ungkap Wawako.
Event “Koto Tangah Baralek Gadang” diinisiasi oleh kolaborasi antara organisasi pemuda Lubuk Buaya (Opel), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), jajaran Kecamatan Koto Tangah, serta kelompok UMKM setempat.
Ketua penyelenggara, Rima Sufiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini tak sekadar bazar UMKM, tetapi juga menjadi ajang unjuk kreativitas dan pelestarian budaya.
“Selain bazar UMKM, kita juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional, lomba mewarnai, fashion show tingkat SD, lomba solo song untuk usia 40 tahun ke atas, hingga permainan tradisional seperti KIM,” jelasnya.
Dengan mengusung semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, “Koto Tangah Baralek Gadang” diharapkannya menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat jati diri budaya Minangkabau sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Kota Padang.(*)
Editor : Heri Sugiarto