Dalam laporan yang dirilis Kamis malam (6/11/2025), BMKG memprediksi potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter disertai angin kencang di sejumlah wilayah perairan yang dapat mengancam keselamatan pelayaran.
Kondisi cuaca empat hari ke depan diperkirakan didominasi awan tebal dan hujan ringan di sebagian besar wilayah perairan.
Arah angin bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan bervariasi antara 6 hingga 18 Knots.
Pada periode pertama (7–8 November 2025), angin berkisar antara 6–15 Knots, dengan potensi angin kencang di perairan Barat Sipora dan Barat Pagai.
Gelombang sedang hingga tinggi, antara 2,5 hingga 4,0 meter, berpotensi terjadi di perairan Agam, Pasaman Barat, Padang, Padangpariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Memasuki periode kedua (8–9 November 2025), kecepatan angin meningkat hingga 18 Knots, dengan peringatan meluas ke perairan Pesisir Selatan, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Gelombang tinggi 4,0 meter masih berpotensi di kawasan yang sama.
Puncak perubahan cuaca diprediksi terjadi pada periode ketiga (9–10 November 2025).
Potensi hujan petir dapat melanda perairan Agam, Pasaman Barat, Padang, dan Padangpariaman, sementara kecepatan angin melambat menjadi 7–14 Knots.
Namun, gelombang tinggi hingga 4 meter justru meluas di wilayah Timur Siberut, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.
Selain prakiraan cuaca, BMKG juga merilis data pasang surut air laut untuk 7 November 2025.
Pasang tertinggi diperkirakan terjadi pukul 06.00–09.00 WIB dan 17.00–22.00 WIB, sementara surut terendah berlangsung pada 01.00–03.00 WIB dan 12.00–14.00 WIB.
BMKG Maritim Teluk Bayur mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan serta rutin memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG di tautan https://link.bmkg.go.id/cuacamaritimsumbar. (CC1)
Editor : Hendra Efison