Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gubernur Sumbar dan Presiden WADAH Malaysia Bahas Pengembangan Wisata Religi Buya Hamka di Maninjau

Willian. • Rabu, 12 November 2025 | 11:26 WIB

BAHAS WISATA: Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat berbincang dengan Dato’ Haji Ahmad Azam Ab Rahman, di Istana Gubernuran Padang, Senin (10/11).
BAHAS WISATA: Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat berbincang dengan Dato’ Haji Ahmad Azam Ab Rahman, di Istana Gubernuran Padang, Senin (10/11).

PADEK.JAWAPOS.COM-Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima audiensi Dato’ Haji Ahmad Azam Ab Rahman, Presiden Wadah Pencerdasan Umat Malaysia (WADAH), di Istana Gubernuran Padang, Senin (10/11).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting pembahasan pengembangan wisata religi di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, yang erat kaitannya dengan sosok ulama besar Buya Hamka.

Dato’ Ahmad Azzam hadir bersama rombongan sebanyak 25 orang. Dalam pertemuan itu, ia menyoroti besarnya potensi wisata sejarah dan religi di Maninjau yang kian menarik minat wisatawan Malaysia.

Menurutnya, daya tarik wisata yang berpusat pada jejak kehidupan dan perjuangan Buya Hamka dapat menjadi destinasi unggulan kawasan perbatasan Sumatera–Malaysia.

“Banyak warga Malaysia yang mengagumi Buya Hamka. Karya dan pemikirannya tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga diajarkan di universitas kami, seperti Universiti Islam Antarabangsa Malaysia, Universiti Kuala Lumpur, dan UniSHAMS di Kedah,” ujar Dato’ Ahmad Azzam.

Ia menambahkan, potensi wisata yang berhubungan dengan Buya Hamka akan semakin berkembang jika didukung oleh infrastruktur yang memadai, terutama fasilitas penginapan dan akses transportasi yang lebih baik di kawasan Danau Maninjau.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Malaysia terhadap pengembangan wisata religi di Sumatera Barat.

Ia mengajak para pelaku usaha dan investor Malaysia untuk berperan aktif dalam memperkuat sektor pariwisata daerah, termasuk pembangunan sarana pendukung di sekitar Masjid dan Museum Buya Hamka di Maninjau.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terbuka terhadap kolaborasi dan investasi yang berorientasi pada pengembangan wisata sejarah dan religi. Kawasan Maninjau memiliki nilai spiritual, budaya, dan sejarah yang tinggi. Dukungan dari Malaysia akan semakin memperkuat posisi destinasi ini di tingkat internasional,” kata Mahyeldi.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga warisan intelektual ulama Minangkabau, terutama melalui pengembangan pariwisata berbasis nilai-nilai keislaman dan pendidikan.

Selain membahas pengembangan wisata religi, Dato’ Ahmad Azzam dan Gubernur Mahyeldi turut membicarakan bentuk penghargaan internasional bagi Buya Hamka sebagai tokoh peradaban Melayu serta peluang kerja sama di bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan antara Sumatera Barat dan Malaysia.

Kedua pihak sepakat bahwa penguatan hubungan lintas negara melalui sektor pariwisata dapat menjadi sarana efektif untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkenalkan nilai-nilai keilmuan serta keteladanan tokoh-tokoh Minangkabau di tingkat global.

Di akhir pertemuan, Dato’ Ahmad Azzam menyampaikan apresiasi atas sambutan Gubernur Mahyeldi dan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kerja sama konkret dalam pengembangan wisata religi berbasis warisan Buya Hamka di Maninjau. (wni)

Editor : Novitri Selvia
#wisata religi #WADAH #buya hamka #mahyeldi ansharullah