Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mendag Lepas Ekspor 27 Ton Gambir Sumbar ke India, Dorong Hilirisasi dan Perluasan Pasar

Hendra Efison • Selasa, 18 November 2025 | 15:34 WIB

Mendag Budi Santoso melepas ekspor 27 ton gambir Sumbar ke India dan menegaskan pentingnya hilirisasi untuk memperkuat nilai tambah dan memperluas pasar.
Mendag Budi Santoso melepas ekspor 27 ton gambir Sumbar ke India dan menegaskan pentingnya hilirisasi untuk memperkuat nilai tambah dan memperluas pasar.
PADEK.JAWAPOS.COM—Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso melepas ekspor 27 ton gambir asal Sumatera Barat (Sumbar) yang dikirim oleh PT Salimbado Jaya Indonesia ke India.

Prosesi pelepasan dilakukan di halaman Istana Gubernur Sumbar dan ditandai dengan pemberangkatan truk kontainer pengangkut gambir, Selasa (18/11/2025).

Dalam arahannya, Mendag Budi menyoroti pentingnya percepatan hilirisasi komoditas gambir, terutama karena Indonesia masih bergantung pada ekspor bahan mentah dan pada satu pasar utama, yakni India.

Ketergantungan ini dinilai membuat nilai tambah gambir kurang optimal. “Gambir ini memiliki potensi besar jika diolah. Kita ingin ke depan gambir bisa seperti ginseng bagi Indonesia,” ujar Budi.

Ia juga memaparkan perkembangan positif ekspor nasional. Hingga September 2025, ekspor Indonesia mencapai 209 miliar dolar AS atau tumbuh 8,14 persen secara tahunan. Ekspor UMKM turut meningkat 48,1 persen, meski kontribusinya baru 4,69 persen.

Untuk mempercepat peningkatan tersebut, Kemendag terus mendorong program UMKM Bisa Ekspor, yang hingga Oktober telah memfasilitasi 1.049 UMKM dengan total transaksi 130 juta dolar AS.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Sumbar merupakan sentra utama gambir dunia. Pada 2024, tingkat produksi mencapai 25.818 ton, memasok sekitar 80 persen kebutuhan global.

“Namun ekspor kita masih sangat bergantung pada satu negara. Karena itu, kami berharap dukungan Kemendag untuk penguatan tata niaga dan perluasan pasar,” kata Mahyeldi.

Gubernur juga menyoroti kapasitas pelayanan Pelabuhan Teluk Bayur yang dinilai belum optimal untuk komoditas non-CPO.

Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong hilirisasi, termasuk pengembangan produk turunan seperti sabun dan kopi gambir yang mulai dihasilkan oleh industri lokal.

Pimpinan PT Salimbado Jaya Indonesia, Sefti Tito, menambahkan bahwa produksi gambir Sumbar berada pada kisaran 16.000–20.000 ton per tahun.

Namun, ia menyebut persaingan dengan katekin dari kulit mente dan meningkatnya pemurnian domestik membuat inovasi produk menjadi semakin mendesak.

Dengan pelepasan ekspor ini, pemerintah berharap nilai tambah dan diversifikasi pasar gambir dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai sentra gambir terbesar dunia.(*)

Editor : Hendra Efison
#mendag budi santoso #Ekspor gambir Sumbar #Hilirisasi Gambir #Pasar India