Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hujan Deras Picu 13 Kejadian Bencana di Padang, Pohon Tumbang Mendominasi

Yoni Syafrizal • Senin, 24 November 2025 | 14:46 WIB

DOMINAN: Tim BPBD Padang saat menangani pohon tumbang, Minggu (23/11). Pohon tumbang menjadi kejadian yang paling banyak dilaporkan terjadi di Kota Padang, seiring cuaca ekstrem dalam beberapa hari te
DOMINAN: Tim BPBD Padang saat menangani pohon tumbang, Minggu (23/11). Pohon tumbang menjadi kejadian yang paling banyak dilaporkan terjadi di Kota Padang, seiring cuaca ekstrem dalam beberapa hari te

PADEK.JAWAPOS.COM-INTENSITAS hujan yang tinggi selama akhir pekan menyebabkan serangkaian kejadian bencana di Kota Padang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat total 13 kejadian yang terjadi sepanjang Sabtu dan Minggu (22-23/11).

Dari keseluruhan peristiwa tersebut, pohon tumbang menjadi kejadian yang paling banyak dilaporkan.

“Sebelas di antaranya adalah pohon tumbang, satu genangan air, dan satu lagi tanah amblas,” kata Hendri Zulviton kepada Padang Ekspres, kemarin.

Laporan mengenai pohon tumbang tersebar di lima kecamatan, menunjukkan betapa luasnya dampak cuaca ekstrem tersebut.

Kecamatan Kototangah menjadi wilayah dengan laporan terbanyak, di mana Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kota Padang harus bergerak cepat sejak dini hari.

Pada Sabtu (22/11) dini hari pukul 01.47 WIB, misalnya, akses Jalan Raya By Pass Km 17 Tanjung Aur di Kelurahan Balaigadang sempat terhambat akibat pohon tumbang.

Belum lama berselang, pukul 02.20 WIB, kejadian serupa kembali terjadi di Jalan Raya Bypass, sesudah Simpang PGAI, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, yang menghambat separuh badan jalan.

Pembersihan kedua lokasi ini berhasil diselesaikan oleh Anggota Rescue PB BPBD di bawah komando Kalaksa dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL).

Rentetan kejadian terus berlanjut, Sabtu pagi. Pukul 08.25 WIB, dua pohon tumbang dilaporkan menghambat akses warga di Komplek Graha 3 Sungai Duo, Kelurahan Lubukminturun.

Tidak sampai empat jam kemudian, pukul 11.44 WIB, pohon tumbang kembali menutup akses jalan di RT.003, RW.005, Taluak Anak Aia, Kelurahan Batipuhpanjang. Tim Rescue PB BPBD segera diterjunkan untuk menindaklanjuti laporan di kedua lokasi tersebut.

Di Kelurahan Pasie Nantigo, pohon tumbang bahkan dilaporkan menimpa pagar rumah warga di Jl. Pasir Jambak pada pukul 14.17 WIB. Penanganan kejadian ini ditangani oleh Anggota TRC Satlinmas Pol PP

Sementara itu, wilayah Kecamatan Padang Barat juga tak luput dari dampak. Pukul 21.20 WIB, pohon tumbang menghambat akses jalan di Jalan Dobi, tepatnya di depan Hotel Pangeran City, Kelurahan Kampung Pondok.

Pada malam hari di hari yang sama, pukul 22.30 WIB, tim kembali membersihkan pohon tumbang di Jalan Pasia Jambak RT 03 RW 06 Kelurahan Pasie Nantigo. Rentetan kejadian terus berlanjut keesokan harinya, Minggu (23/11).

Pukul 09.00 WIB, pohon tumbang menimpa akses jalan rumah warga di Jalan Purus 3 No 12. Anggota Rescue PB BPBD dan TRC Satlinmas Pol PP bergantian mengamankan lokasi.

Laporan kerusakan juga datang dari Kecamatan Pauh dan Lubukbegalung. Di Pauh, pohon tumbang menimpa gudang di Jl. By Pass No.KM.7 Kelurahan Pisang pada pukul 10.06 WIB. Tidak lama setelahnya, pukul 12.21 WIB, rumah warga di Jl. Pintu Angin, Kelurahan Kampung Baru, Lubukbegalung, tertimpa pohon tumbang.

Kemudian, di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Tampat Durian, Korong Gadang, rumah warga kembali tertimpa pohon tumbang pada pukul 15.07 WIB. Seluruh kejadian ini telah ditangani oleh tim gabungan.

“Selain pohon tumbang, kami juga mencatat satu kejadian genangan air dan satu tanah amblas,” ungkap Hendri.

Genangan air dilaporkan terjadi pada Minggu pukul 04.35 WIB di Tabing Banda Gadang, Kelurahan Gunungpangilun, Kecamatan Nanggalo. Tim rescue BPBD Kota Padang yang dipimpin langsung oleh Kabid KL segera melakukan monitoring dan pendataan di lokasi.

Sementara itu, di Kecamatan Padang Selatan, tepatnya di RT 02/01 Kelurahan Mata Air, terjadi tanah amblas pada pukul 14.13 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan teras rumah warga berlubang. Warga setempat segera bergotong royong untuk menimbun area yang amblas.

Kalaksa BPBD Kota Padang mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama pohon tumbang yang dapat terjadi kapan saja.

“Warga diminta untuk melaporkan setiap potensi bahaya, baik berupa pohon yang terlihat goyah maupun munculnya genangan air, kepada pihak BPBD atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan segera,” tutupnya.

Banjir Dini Hari di Nagari Duku

Di Pesisi Selatan, banjir dan menggenangi beberapa pemukiman warga dan jalan di daerah itu. Salah satunya di Nagari Duku Kecamatan Koto XI Tarusan, Minggu (23/11) sekitar pukul 04.00 WIB. 

Kapolsek Koto XI Tarusan IPTU Irfan Chandra mengatakan, tingginya curah hujan membuat Sungai Batang Tarusan tidak mampu menahan debit air. 

Beberapa warga sempat melakukan evakuasi mandiri untuk menyelamatkan barang penting. 

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun kerugian harta benda yang berarti. Saat pagi air mulai surut dan kami terus memantau kondisi di lapangan,” tuturnya.

Banjir tersebut juga berdampak pada Kampung Jongah, Nagari Duku Utara dan Kampung Duku, Nagari Duku, dengan ketinggian air mencapai 30-40 sentimeter. 

“Akses lalu lintas Painan-Padang yang sempat diberlakukan sistem buka tutup untuk menjaga keselamatan pengendara,” jelasnya. 

Pada hari yang sama, sekitar pukul 10.00 WIB, Satlantas Polres Pessel juga melakukan pemantauan arus kendaraan melalui kegiatan live report Operasi Zebra Singgalang 2025 di Jalan Raya Padang-Bengkulu kawasan Kenagarian Duku.

Kasat Lantas Polres Pessel, AKP Ade Saputra menyampaikan, arus lalu lintas pascabanjir masih terkendali. 

“Ada beberapa titik yang sebelumnya tergenang, namun siang hari sudah surut dan kendaraan bisa melewati jalur tersebut,” katanya. (cc1/yon)

Editor : Novitri Selvia