Meski demikian, dampaknya masih terasa di Sumatera Barat, terutama melalui pola angin konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan intens.
"Siklon Senyar saat ini sudah melemah, dan pergerakannya ke Selat Malaka (menjauhi Indonesia). Namun tetap perlu diwaspadai, khususnya untuk wilayah Sumatera Barat. Masih berpotensi terjadi hujan lebat - sangat lebat pada malam hari ini hingga esok hari," kata Desindra.
Masyarakat diimbau tetap waspada terutama saat beraktivitas di malam hari karena intensitas hujan yang diperkirakan masih tinggi. Sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah tetap diperlukan.
Dampak Siklon Senyar
Sehari sebelumnya, Rabu (26/11), Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa Siklon Senyar memberikan dampak signifikan di wilayah Sumatera.
Meningkatkan suplai air di perairan hangat Selat Malaka yang memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Sumatra.
Hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem terjadi di Aceh dan Sumatera Utara, sedangkan Sumatera Barat dan Riau mengalami hujan sedang hingga lebat.
Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, Kepulauan Riau, dan Riau. Gelombang kategori sedang dengan tinggi 1,25–2,5 meter diprediksi terjadi di Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumatera Utara, dan Perairan Rokan Hilir. Gelombang kategori tinggi 2,5–4,0 meter tercatat di Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.
Peringatan dini ini sangat penting untuk diketahui agar aksi mitigasi dapat dilakukan sedini mungkin demi meminimalisir kerusakan dan jatuhnya korban.
Stasiun Meteorologi Minangkabau terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan peringatan dini jika terjadi perubahan signifikan. Masyarakat disarankan mengikuti informasi resmi melalui BMKG dan media lokal terpercaya.(*)
Editor : Heri Sugiarto