Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Fenomena Awan Mirip Pusaran di Solok dan Bukittinggi, BMKG: Itu Awan Lenticularis, Bukan Tanda Cuaca Ekstrem

Suyudi Adri Pratama • Sabtu, 29 November 2025 | 20:12 WIB

Fenomena awan mirip pusaran di Solok dan Bukittinggi, beberapa waktu lalu.
Fenomena awan mirip pusaran di Solok dan Bukittinggi, beberapa waktu lalu.
PADEK.JAWAPOS.COM—Fenomena awan menyerupai pusaran angin yang terlihat di langit Solok dan Bukittinggi beberapa waktu lalu, menimbulkan kekhawatiran warga. 

Apalagi saat kondisi cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat dalam sepekan terakhir. Namun BMKG memastikan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan potensi cuaca buruk.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Dedy Kurnia, menjelaskan bahwa awan yang ramai dibahas masyarakat itu merupakan awan lenticularis, yakni awan alami yang terbentuk di wilayah pegunungan akibat gerakan massa udara tertentu.

“Dalam postingan yang dibahas masyarakat tersebut, awan yang dimaksud adalah awan lenticularis, awan cantik yang biasa terbentuk karena efek orografi,” ujarnya, Sabtu (29/11).

Desindra menjelaskan bahwa awan lenticularis terbentuk ketika angin bertiup tegak lurus ke arah pegunungan dan mendorong massa udara naik, menciptakan gelombang gunung atau mountain wave.

Di puncak gelombang, udara mengalami pendinginan dan berubah menjadi awan berlapis menyerupai lensa.

“Awan itu muncul karena pola aliran udara yang stabil di atas pegunungan, sehingga bentuknya seperti piring terbang. Fenomena ini normal dan tidak berhubungan dengan cuaca buruk,” katanya.

Ia menegaskan kondisi cuaca di Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan relatif aman. “Alhamdulillah, cuaca relatif stabil. Untuk beberapa hari ke depan belum ada indikasi potensi cuaca ekstrem,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca melalui kanal-kanal yang tersedia agar tidak terpengaruh kabar yang tidak tepat.(yud)

Editor : Hendra Efison
#Cuaca Sumbar #Awan lenticularis #fenomena Solok Bukittinggi #bmkg sumbar