Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BPJN Sumbar Fokus Tangani Kerusakan Lembah Anai, Akses Ditargetkan Terbuka Dua Minggu

Randi Zulfahli • Senin, 1 Desember 2025 | 21:56 WIB

BPJN Sumatera Barat bersama PPK 1.1 terus melakukan upaya tanggap darurat pada titik Km 63+650, tepatnya di Lembah Anai yang terdampak banjir dan gerusan air sungai. (Foto: BPJN Sumbar)
BPJN Sumatera Barat bersama PPK 1.1 terus melakukan upaya tanggap darurat pada titik Km 63+650, tepatnya di Lembah Anai yang terdampak banjir dan gerusan air sungai. (Foto: BPJN Sumbar)
PADEK.JAWAPOS.COM—Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memprioritaskan penanganan darurat di sejumlah titik kritis pada Ruas Padangpanjang–Sicincin, terutama di kawasan Lembah Anai, setelah banjir dan longsor menyebabkan kerusakan berat serta putusnya akses jalan.

Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, mengatakan upaya difokuskan untuk memulihkan akses yang terputus agar kendaraan dapat kembali melintas.

“Saat ini kita fokus melakukan pembersihan dan juga ada jalan yang putus,” ujarnya melalui unggahan resmi Instagram BPJN Sumbar, Senin (1/12/2025).

Titik terparah berada di Km 63+650 Lembah Anai, di mana badan jalan hilang tergerus arus sungai. BPJN menargetkan penanganan darurat dapat membuka kembali jalur bagi kendaraan ringan dalam waktu maksimal dua minggu.

“Untuk jalan yang putus, kami upayakan dalam waktu maksimal dua minggu membuka kembali akses untuk bisa dilalui kendaraan ringan,” kata Elsa.

Penanganan sementara meliputi penyusunan batu boulder, pemasangan geobag, penimbunan badan jalan yang hilang, serta pengembalian aliran sungai ke jalur semula. BPJN menegaskan keberhasilan target waktu sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

Setelah penanganan darurat rampung, ruas jalan akan dibuka terbatas bagi roda dua dan kendaraan ringan dengan pengaturan lalu lintas khusus demi keselamatan pengguna jalan.

Secara bersamaan, tim teknis mulai menyusun desain penanganan permanen untuk memulihkan struktur jalan seperti kondisi sebelum bencana. Pekerjaan permanen akan dimulai setelah desain selesai dan penanganan sementara tuntas.

Penanganan longsor juga dilakukan di sekitar Jembatan Margayasa A dan B pada Km 67+000 dan Km 67+100. Material longsor telah dibersihkan melalui kolaborasi TNI, Polri, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan.

Tahap berikutnya adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur jembatan guna memastikan kelayakan sebelum langkah lanjutan diputuskan.(CC1)

Editor : Hendra Efison
#Padangpanjang Sicincin #padang-bukittinggi #BPJN Sumbar #penanganan darurat #lembah anai