Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dwi Soetjipto Salurkan Rp50 Juta untuk Korban Banjir Bandang Pauh, 47 KK Masih Bertahan di Pengungsian

Hendra Efison • Senin, 8 Desember 2025 | 15:44 WIB

Aditya Wicaksono, putra sulung Dwi Soetjipto menyerahkan bantuan kepada Camat Pauh Titin Masfetrin, disaksikan eks Dirut PT Semen Padang Benny Wendry, Minggu (7/12/2025) di Posko Pengungsian.
Aditya Wicaksono, putra sulung Dwi Soetjipto menyerahkan bantuan kepada Camat Pauh Titin Masfetrin, disaksikan eks Dirut PT Semen Padang Benny Wendry, Minggu (7/12/2025) di Posko Pengungsian.
PADEK.JAWAPOS.COM--Bantuan untuk warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Pauh, Kota Padang, terus berdatangan.

Mantan Direktur Utama PT Semen Padang, Dwi Soetjipto, menyalurkan donasi Rp50 juta untuk membantu pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.

Bantuan diserahkan pada Minggu (7/12/2025) di Posko Pengungsian SDN 02 Cupak Tangah.

Karena kondisi kesehatan, Dwi Soetjipto tidak dapat hadir langsung.

Putra sulungnya, Aditya Wicaksono, mewakili sekaligus menyampaikan pesan empati kepada warga Pauh.

Penyerahan bantuan disaksikan Camat Pauh Titin Masfetrin, mantan Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry, staf kecamatan, dan warga pengungsi.

Aditya mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Dwi Soetjipto terhadap Pauh, kawasan yang memiliki kedekatan historis dengannya karena berada di sekitar Universitas Andalas, tempat ia menempuh pendidikan dan kini aktif mengajar sebagai dosen praktisi.

Ia menegaskan bahwa penyaluran dana sepenuhnya dipercayakan kepada pemerintah kecamatan agar digunakan sesuai kebutuhan paling mendesak di lapangan.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga Pauh dan mendukung proses pemulihan,” ujar Aditya.

Camat Pauh, Titin Masfetrin, mengapresiasi bantuan tersebut. Ia menyebut dukungan moral dan material sangat penting mengingat proses pemulihan pascabencana diperkirakan membutuhkan waktu panjang.

Banjir bandang menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, lahan pertanian, serta terputusnya akses jalan di sejumlah titik.

Titin menyampaikan bahwa jumlah pengungsi sempat mencapai 400 jiwa.

Hingga kini, 47 kepala keluarga masih bertahan di posko pengungsian dan bersiap pindah ke hunian khusus di Padang Sarai, Lubuk Buaya, yang disediakan pemerintah daerah.

Ia menambahkan bahwa bencana ini juga menimbulkan dua korban jiwa.(*)

 

Editor : Hendra Efison
#donasi bencana Sumbar #pengungsi banjir Padang #bantuan banjir Pauh #Dwi Soetjipto