Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak menyalurkan perasaan dan memulihkan trauma pasca-bencana.
“Menulis adalah terapi jiwa yang merupakan upaya trauma healing. Kami ingin anak-anak bahagia dan mengenal dunia literasi membaca dan menulis,” ujar Armaidi Tanjung, Sekretaris SatuPena Sumbar.
Acara ini berlangsung dengan suasana penuh antusias. Anak-anak tidak hanya menulis, tetapi juga berkompetisi untuk menampilkan kreativitas mereka.
Kompetisi Menulis dan Aktivitas Kreatif Anak
Selain menulis, SatuPena Sumbar juga mengadakan lomba cerdas menjawab. “Kami menilai hasil tulisan mereka luar biasa. Kita juga mendorong mereka untuk memutuskan apa yang mereka mau dari apa yang tersedia," kata Sastri Bakry, Ketua SatuPena Sumbar.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana bagi anak-anak korban bencana untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menjadi proses pemulihan trauma yang efektif.
Dukungan Donatur Halimah Munawir
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Halimah Munawir, penulis, penyair, dan pengusaha asal Jakarta.
Halimah menyalurkan bantuan berupa mukena, sajadah, kain sarung, baju-baju, makanan, dan minuman untuk anak-anak korban banjir galodo.
“Saya ingin fokus saat ini pada apa yang bisa dilakukan untuk membuat mereka merasa lebih baik, dengan semakin mendekatkan diri pada Allah,” tulis Halimah saat mengirimkan bantuan kemanusiaan tersebut.
SatuPena Sumbar sebelumnya telah menyalurkan kebutuhan pokok dapur dan peralatan seperti rice cooker dan kuali di lima titik bencana.
Bantuan berasal dari Asosiasi Siti Manggopoh, anggota SatuPena, dan Ketua Umum SatuPena, Denny JA.
Kehadiran Ketua Asosiasi dan Penutup Acara
Ketua Asosiasi Siti Manggopoh, yang hadir bersama anggotanya, terlihat senang menyaksikan anak-anak ceria mengikuti acara.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penyerahan hadiah uang tunai kepada lima pemenang lomba menulis serta lima pemenang lomba cerdas menjawab.
Acara ini diharapkan dapat menjadi sarana pemulihan trauma bagi anak-anak dan mendorong mereka lebih dekat dengan literasi.(*)
Editor : Heri Sugiarto