Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof Yassierli ST MT PhD menegaskan kehadiran pemerintah tidak sekadar menyerahkan bantuan simbolis, melainkan sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.
Yaserli menjelaskan penyaluran bantuan merupakan bagian dari kebijakan nasional Kementerian Ketenagakerjaan dalam penanganan dampak bencana untuk menjaga keberlangsungan kerja, penghidupan, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan meringankan beban kebutuhan dasar masyarakat terdampak, menjadi stimulan pemulihan ekonomi keluarga, serta membuka kembali harapan untuk bangkit, bekerja, dan berdaya.
Program yang disalurkan mencakup pembangunan lima Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), paket pelatihan vokasi dan sertifikasi bagi 5.008 orang di Sumatera Barat, serta Program Tenaga Kerja Mandiri bagi 100 orang.
Selain itu, terdapat 20 paket kegiatan Program Padat Karya, Bantuan Langsung Korban Terdampak Bencana bagi 125 orang, serta bantuan dua unit sumur bor dan mesin air.
Apabila seluruh bantuan tersebut dikonversikan dalam nilai anggaran, total dukungan Kementerian Ketenagakerjaan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat mencapai kurang lebih Rp30,3 miliar sebagai bentuk komitmen pemulihan berkelanjutan.
Fokus Pemulihan Jangka Menengah dan Peningkatan Kapasitas Kerja
Menurut Yassierli, bantuan yang disalurkan dirancang tidak hanya menjawab kebutuhan darurat, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan ekonomi dan peningkatan kapasitas kerja masyarakat secara jangka menengah dan panjang.
Program Kementerian Ketenagakerjaan disebut berbasis penciptaan kerja, peningkatan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi lokal agar masyarakat tidak hanya pulih, tetapi juga lebih berdaya menghadapi tantangan ke depan.
Dalam kunjungan tersebut, Yassierli juga berdialog dengan peserta pelatihan inklusi dari Yayasan Rumah Inklusi Padang yang mengikuti pelatihan barista dan front office perhotelan.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, maupun masyarakat, untuk bersinergi mempercepat pemulihan dan pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Barat.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, Ketua DPRD Sumbar Muhidi, pejabat pimpinan tinggi madya, staf ahli dan staf khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Kepala BPVP Padang dan jajaran, serta sejumlah kepala dinas dan pimpinan lembaga terkait.
Di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Kepala Dinas Sosial Sumbar, Kepala BPBD Sumbar, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Padang, Ketua Baznas Sumbar, Ketua Yayasan Rumah Inklusi Padang, serta warga terdampak bencana.(*)
Editor : Hendra Efison