Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mahyeldi Soroti Kemandirian Fiskal di Hari Otonomi Daerah 2026, Ini Dampaknya bagi Warga

Hendra Efison • Senin, 27 April 2026 | 11:43 WIB

 

Muspida Sumbar foto bersama upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026). (humas)
Muspida Sumbar foto bersama upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026). (humas)

PADEK.JAWAPOS.COM — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa keberhasilan otonomi daerah harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam percepatan kesejahteraan.

Hal itu disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4/2026).

Menurut Mahyeldi, otonomi daerah seharusnya menjadi instrumen untuk mendorong inovasi serta memperkuat kemandirian fiskal daerah. Namun, ia mengakui bahwa tantangan dalam meningkatkan kemandirian fiskal masih dihadapi banyak daerah, termasuk Sumatera Barat.

Baca Juga: PLN Sumbar Kirim 29 Personel Lisdes ke NTT, Percepat Listrik Masuk Daerah Terpencil

Ia menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan sektor unggulan seperti pariwisata dan UMKM.

“Kita tidak boleh terus bergantung pada dana pusat. Di Sumbar, sektor pariwisata dan UMKM terus kita dorong agar PAD meningkat dan program pembangunan bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, Mahyeldi juga menyoroti pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antarlevel pemerintahan untuk menghindari tumpang tindih program.

Baca Juga: Bangun Masyarakat Tangguh dan Siaga Bencana

Menurutnya, integrasi antara program pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga nasional menjadi kunci efektivitas pembangunan.

Ia menyebut, Pemprov Sumbar saat ini tengah mendorong penerapan sistem digital terintegrasi guna meningkatkan transparansi serta kinerja pemerintahan.

“Sinkronisasi adalah kunci. Program provinsi, kabupaten/kota, hingga nasional harus saling terhubung,” jelasnya.

Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Belum Cair

Lebih jauh, Mahyeldi mengingatkan bahwa otonomi daerah tidak berarti berjalan sendiri-sendiri.

Sebaliknya, kolaborasi antarwilayah perlu diperkuat, terutama dalam menghadapi isu bersama seperti pembangunan infrastruktur dan penanggulangan bencana.

Dalam upacara tersebut, Mahyeldi yang bertindak sebagai inspektur upacara juga membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri.

Dalam amanat itu ditegaskan bahwa otonomi daerah memiliki peran strategis dalam pemerataan pembangunan, peningkatan layanan publik, serta percepatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Peminat Minim, Seleksi Anggota Baznas Sawahlunto 2026–2031 Baru Diminati 1 Orang

Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.

Tema tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan responsivitas, kemandirian, dan dampak nyata bagi masyarakat, dengan tetap menjaga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sejumlah fokus utama juga disampaikan dalam amanat tersebut, di antaranya penguatan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan reformasi birokrasi berbasis hasil, peningkatan kemandirian fiskal daerah, serta penguatan kolaborasi antarwilayah.

Selain itu, peningkatan kualitas layanan dasar dan stabilitas wilayah turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan otonomi daerah ke depan.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh unsur Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), serta berbagai elemen di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Kesbangpol Sumbar, Mursalim, bertindak sebagai komandan upacara.(*)

Editor : Hendra Efison
#Hari Otonomi Daerah 2026 #peningkatan PAD #Kemandirian Fiskal Daerah #Mahyeldi Sumbar