PADEK.JAWAPOS.COM—Sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diprediksi mengalami hujan ringan pada Kamis (14/5/2026). Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak.
Berdasarkan hasil analisa model prediksi cuaca berbasis komputer atau Numerical Weather Prediction (NWP), hujan ringan diperkirakan terjadi di enam kota di Sumbar, yakni Kota Padang, Solok, Sawahlunto, Padangpanjang, Bukittinggi, dan Payakumbuh. Sementara Kota Pariaman diprediksi berada dalam kondisi berawan. Kondisi cuaca tersebut juga disertai tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi di sejumlah daerah.
Berikut rincian prakiraan cuaca tujuh kota di Sumbar pada Kamis (14/5/2026):
Baca Juga: Satlantas Polres Solok Gelar Polisi Sahabat Anak, Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
-
Kota Padang diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu berkisar 22–28 derajat Celcius dan kelembapan udara 75–96 persen.
-
Kota Solok diperkirakan hujan ringan dengan suhu 22–27 derajat Celcius serta kelembapan udara 77–97 persen.
-
Kota Sawahlunto berpotensi hujan ringan dengan suhu 23–30 derajat Celcius dan kelembapan udara 71–98 persen.
-
Kota Padang Panjang diprediksi hujan ringan dengan suhu 20–25 derajat Celcius serta kelembapan udara mencapai 83–99 persen.
-
Kota Bukittinggi diperkirakan hujan ringan dengan suhu 19–24 derajat Celcius dan kelembapan udara 80–98 persen.
-
Kota Payakumbuh diprediksi hujan ringan dengan suhu 22–28 derajat Celcius serta kelembapan udara 71–95 persen.
-
Sementara Kota Pariaman diperkirakan berawan dengan suhu 25–30 derajat Celcius dan kelembapan udara 71–95 persen.
Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, diimbau mempersiapkan perlengkapan seperti payung maupun jas hujan guna mengantisipasi hujan yang dapat turun sewaktu-waktu.
Baca Juga: Krisis, Kesadaran, dan Jalan Kemandirian
Meski demikian, prakiraan cuaca ini merupakan hasil analisa teknologi permodelan cuaca berbasis komputer atau Numerical Weather Prediction (NWP), sehingga kondisi riil di lapangan masih dapat berubah dipengaruhi berbagai faktor lingkungan setempat. (*)
Editor : Adetio Purtama