Fadli menyebut rumah puisi yang saat ini berstatus sebagai museum sastra pertama di Indonesia, merupakan gudang kebudayaan berupa karya sastra dan memorabilia sastrawan, serta sejumlah peralatan antik seperti mesin ketik
"Kehadiran dan keberadaan rumah puisi selama 16 tahun, telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia Satra di Indonesia, Sumbar khusunya. Kementerian akan terus memfasilitasi sebagai museum sastra," tutur Fadli.
Pemilik Rumah Puisi, Taufik Ismail pada kesempatan mengaku sangat bersyukur dengan kepedulian Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menjadikan gudang sastra itu sebagai Museum Sastra Indonesia.
Dikatakan Taufik, diresmikannya rumah puisi menjadi Museum Sastra adalah kebanggaan luar biasa bagi Sumbar. Ini akan menjadi salah satu destinasi edukasi yang bermuatan sastra dan budaya.
"Masa masih sebagai rumah puisi, sangat banyak kegiatan yang telah digelar dan terhenti sejak mewabahnya Covid 19. Namun dengan kehadiran Menteri Kebudayaan, memfasilitasi sebagai museum sastra akan sangat bermanfaat lebih estafet sastrawan di Sumbar," pungkas Taufik. (wrd)
Editor : Hendra Efison