Dalam rakor tersebut, Bupati Eka Putra didampingi Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly, Dandim 0307 Tanahdatar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Bupati menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Tanahdatar. Ia menekankan pentingnya penanganan aspek psikologis pengungsi serta pemulihan ekonomi masyarakat.
“Yang mendesak saat ini adalah masyarakat membutuhkan pendampingan psikiater untuk psikologis pengungsi, kemudian penanganan lahan pertanian sebagai sumber perekonomian masyarakat. Selain itu dibutuhkan 17 unit alat berat, air mineral, obat-obatan, family kit, mesin sinso besar, serta BBM untuk operasional alat berat,” ujar Eka Putra.
Bupati juga melaporkan kondisi terkini pengungsi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 2.976 jiwa masih berada di lokasi pengungsian. Pemerintah daerah telah menyiapkan 17 unit dapur umum dan 15 posko kesehatan untuk melayani kebutuhan para pengungsi.
Selain dampak terhadap masyarakat, bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Eka Putra menyebutkan terdapat sembilan unit sekolah yang rusak serta 20 jembatan yang putus akibat banjir bandang.
“Kendala di lapangan saat ini adalah curah hujan yang masih tinggi serta akses jalan dan jembatan yang rusak. Hal ini mengakibatkan pendistribusian bantuan logistik terkendala. Di sisi lain, sebagian pengungsi juga mulai terserang penyakit,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Eka Putra turut melaporkan kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak yang telah diajukan kepada Pemerintah Pusat. Tanahdatar membutuhkan sebanyak 552 unit Huntara, yang pengajuannya telah dilengkapi dengan data lahan dan lokasi pembangunan.
“Selain Huntara, sangat dibutuhkan kompor dan tabung gas, kasur bandal, selimut, serta pakaian dan perlengkapan pendukung lainnya untuk hunian sementara tersebut,” tambahnya.
Eka Putra juga menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah, di antaranya pembersihan material pascabanjir, perbaikan akses jalan untuk memperlancar distribusi logistik, normalisasi sungai, serta pemantauan kondisi hulu sungai secara berkala.
“Mohon bantuan dan kerja sama dari pemerintah provinsi melalui dinas dan instansi terkait untuk percepatan data dan penyaluran bantuan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menyatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan terus berupaya maksimal dalam percepatan penanggulangan dan pemulihan pascabencana di daerah terdampak.
Ia berharap data yang valid dan rinci dapat segera dikirimkan ke Pemprov Sumbar. Vasko juga menginstruksikan seluruh dinas dan instansi terkait agar lebih aktif berkomunikasi lintas sektor.
“Percepatan data dan pemenuhan kebutuhan di daerah bencana sangat penting, agar ke depan reaktivasi perekonomian masyarakat dapat kembali normal secara cepat,” ujarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto